← Beranda
Bukan Hanya Tugas Pemerintah, Kolaborasi Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan di Daerah
Abdul RahmanKamis, 9 Juli 2026 | 06.27 WIB
SDN Oefoe di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. (istimewa)

 

JawaPos.com - Meningkatkan kualitas pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Dunia usaha, masyarakat, LSM, yayasan, hingga keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem belajar yang lebih baik.

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, terutama di daerah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan akses pembelajaran yang nyaman.

Salah satu bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan ditunjukkan Yayasan Astra – Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA MDR) dengan membangun fasilitas UPTD SDN Oefoe, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan fasilitas diharapkan dapat mendukung terciptanya ruang belajar yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Baca Juga: Maia Estianty Curhat Perubahan Respons Tubuh Akibat Mau Menopause

Ketua Pengurus Yayasan Astra–YPA MDR Gunawan Salim mengatakan, pembangunan fasilitas baru merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

"Peresmian bangunan ini (UPTD SDN Oefoe) merupakan bentuk komitmen nyata kami untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman. Kami ingin memastikan seluruh guru dan siswa memiliki fasilitas terbaik yang mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal, inklusif, serta berkelanjutan," kata Gunawan Salim.

UPTD SDN Oefoe menjadi sekolah ke-16 yang selesai direnovasi Yayasan Astra–YPA MDR di Kabupaten Rote Ndao. Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 7.587 meter persegi itu kini memiliki tiga ruang kelas yang direnovasi, tiga ruang kelas baru, gedung kantor, perpustakaan, ruang UKS, lopo membaca, lapangan olahraga, area parkir guru, pagar sekolah, serta fasilitas sanitasi dan akses air bersih.

Kepedulian terhadap pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik sekolah. Tapi juga dilakukan melalui pendampingan melalui empat pilar pengembangan, yakni karakter, akademik, kecakapan hidup, serta seni dan budaya.

Program tersebut melibatkan guru, kepala sekolah, siswa, hingga orang tua agar peningkatan mutu pendidikan berlangsung secara berkelanjutan.

Hasil pendampingan itu mulai terlihat dengan meningkatnya kapasitas tenaga pendidik melalui penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), serta partisipasi dalam Lomba Inovasi Karya Guru (LINKAR). Di lingkungan sekolah juga diterapkan budaya positif 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.

Upaya peningkatan mutu pendidikan mulai membuahkan hasil. Pada Mei 2026, UPTD SDN Oefoe berhasil meraih Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional. Capaian ini menjadi sejarah bagi sekolah karena untuk pertama kalinya memperoleh status akreditasi sejak berdiri dan langsung meraih predikat tertinggi.

Selain peningkatan akademik, para siswa juga dibekali berbagai keterampilan hidup seperti menenun kain lokal dan budidaya hidroponik yang memiliki nilai ekonomi. Di bidang seni, siswa mampu memainkan alat musik tradisional Sasando, sementara tim tari sekolah berhasil masuk 15 besar Lomba Seni Tari Nasional 2024.

Baca Juga: Motif Penganiayaan Terhadap Karina Ranau Terungkap, Pelaku Kesal Merasa Dibedakan

Kehadiran fasilitas baru dan program pendampingan tersebut menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan memerlukan sinergi dari berbagai pihak.

Melalui penyediaan sarana belajar yang layak, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan karakter dan keterampilan siswa, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, dan masyarakat mampu mempercepat terwujudnya pendidikan yang lebih berkualitas, khususnya di daerah.

EDITOR: Abdul Rahman