JawaPos.com - Menjelang Hari Bhayangkara ke-80 pada 2026, Polda Riau menuntaskan pembangunan 110 Jembatan Merah Putih Presisi. Jembatan ini tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Program ini menjadi implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Mereka ingin hadirkan infrastruktur yang mampu jawab kebutuhan masyarakat pedesaan.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mempermudah akses masyarakat ke sekolah dan fasilitas kesehatan. Selain itu, jembatan juga hubungkan tempat ibadah dan pusat kegiatan ekonomi yang sulit dijangkau.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menilai Hari Bhayangkara ke-80 adalah momentum tepat untuk persembahkan pembangunan ini. Menurutnya, program bukan sekadar pembangunan fisik, tapi simbol semangat gotong royong.
"Insya Allah, apabila tidak ada perubahan, Ini akan menjadi momentum yang sangat istimewa, karena masyarakat tidak hanya merasakan kemeriahan Hari Bhayangkara, tetapi juga menerima manfaat nyata berupa infrastruktur yang telah selesai dibangun," kata Irjen Herry Heryawan, Minggu (28/6).
Ia berharap seluruh jembatan yang sudah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan bersama. Jembatan menjadi sarana pendukung aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat di berbagai daerah.
"Karena bagi kami, Hari Bhayangkara terbaik adalah ketika kehadiran Polri benar-benar memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, mengatakan Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Jembatan telah selesai semua target. Pembangunan tuntas sampai akhir Juni 2026.
"Alhamdulillah, seluruh target pembangunan telah kami selesaikan, sehingga total 110 Jembatan Merah Putih Presisi kini selesai dibangun di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau," ucapnya.
Pembangunan dilakukan dua tahap. Tahap pertama terdiri dari 27 jembatan yang sudah diresmikan Kapolri pada 17 Maret 2026 di Kabupaten Kampar.
Tahap kedua melibatkan pembangunan dan renovasi 83 jembatan tambahan sehingga seluruh target program dapat selesai tepat waktu.
Menurut Ketut, pembangunan 110 jembatan ini wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden. Negara hadir menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat terkait pendidikan, keselamatan, dan kesejahteraan.
Satgas bekerja bertahap hingga seluruh sasaran pembangunan rampung sebelum Hari Bhayangkara ke-80. Program berjalan efektif dan terukur dari awal hingga akhir.
Program ini melibatkan personel gabungan Polda Riau. Mereka dari Satbrimob, Ditsamapta, Ditpolairud, dan seluruh polres jajaran wilayah Riau.
Mereka diterjunkan ke berbagai wilayah dengan kondisi geografis berbeda. Contoh wilayah pesisir, kepulauan, bantaran sungai, hingga daerah pedalaman.
"Jembatan ini membuka akses anak-anak ke sekolah dengan lebih aman. Juga memudahkan masyarakat menuju layanan kesehatan serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan," pungkas Ketut.
"Ini menggerakkan roda perekonomian desa dan makna sesungguhnya pengabdian Polri kepada masyarakat," tutupnya.