← Beranda
Pangkogabwilhan III Peluk 10 Anggota OPM yang Kembali ke Pangkuan NKRI
Syahrul YunizarJumat, 26 Juni 2026 | 02.53 WIB
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memeluk anggota OPM yang sudah berikrar setia kembali ke pangkuan NKRI pada Kamis (25/6). (Kogabwilhan III)

JawaPos.com - Sebanyak 10 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyampaikan ikrar setia kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Kamis (25/6).

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menyambut mereka dengan dekapan dan pelukan.

Jenderal bintang tiga TNI AD itu menyaksikan langsung ikrar setia yang berlangsung di Lapangan Markas Kodam XVIII/Kasuari, Papua Barat.

Dalam sambutannya, dia menyampaikan bahwa 10 orang anggota OPM yang kembali ke pangkuan Indonesia adalah personel aktif kelompok bersenjata tersebut. Mereka berada di bawah kendali Kodap IV Sorong Raya.

”Sekarang memutuskan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, berkumpul, bersatu dan menyatu dengan segenap eksponen dan elemen masyarakat Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Lucky dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media.

Sebagai salah satu jenderal tempur Angkatan Darat yang berada di garda depan, Lucky menyampaikan bahwa 10 orang tersebut kini sudah bukan lagi anggota OPM. Menurut dia, mereka sudah yakin kembali menjadi bagian dari rakyat Indonesia.

Mereka juga mengakui bahwa OPM memang brutal dan tidak segan menyerang, melukai, bahkan merampas nyawa masyarakat Papua.

”Eks anggota TPNPB-OPM ini mengungkapkan kebrutalan kelompok separatis OPM yang kerap menebar teror, merampas harta benda, hasil bumi dan ternak rakyat, tega memperkosa wanita desa, melukai bahkan tidak sungkan membunuh siapa pun yang menolak atau tidak mendukung gerakan mereka,” ucap Lucky.

Berkat kerja keras Satgas TNI bersama seluruh elemen masyarakat, mereka akhirnya tergugah, meninggalkan hutan, dan memutuskan kembali ke pangkuan NKRI.

Kepada semua anggota OPM yang masih berada di hutan dan pedalaman Papua, Lucky membuka diri dan mengajak mereka mengikuti jejak 10 orang yang sudah berikrar hari ini.

”Saya mengajak saudara-saudara kita lainnya, kaka-kaka dan adik-adik yang berada di pedalaman rimba maupun puncak gunung dan lembah Papua, untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ujarnya.

Menurut Lucky, Papua harus dibangun bukan dengan teror, intimidasi, apalagi memaksa masyarakat untuk patuh dan tunduk pada beragam bentuk kekerasan dan pembunuhan oleh OPM.

Dia menegaskan bahwa perilaku sadis dan keji tersebut sudah jelas-jelas mengangkangi norma, adat, agama dan sisi kemanusiaan serta mengingkari nilai-nilai ketuhanan.

”Kondusifitas keamanan wilayah dan kualitas SDM di Papua sejatinya adalah pondasi utama sekaligus motor yang dapat mengakselerasi pembangunan daerah dan masyarakat di ufuk timur Indonesia,” ujarnya.

Lucky memastikan, program dan percepatan pembangunan yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto akan terus berlanjut.

Bersamaan dengan itu, kualitas SDM, khususnya anak-anak muda di Papua, juga terus ditingkatkan. Tujuannya tidak lain untuk mewujudkan kesejahteraan yang bagi seluruh masyarakat Papua.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra