← Beranda
Mendaki Gunung Semeru Lewat Jalur Ilegal, Remaja 18 Tahun Jatuh ke Jurang 300 Meter
Novia HerawatiJumat, 5 Juni 2026 | 01.34 WIB
Tim SAR gabungan berjibaku untuk mengevakuasi seorang pendaki yang terjatuh di jurang Gunung Semeru. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)

 

JawaPos.com - Seorang pendaki bernama Cakra, 18 tahun, mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Semeru. Ia dilaporkan terperosok ke jurang hingga patah kaki. Proses evakuasi hingga kini masih berlangsung.

Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, remaja tersebut mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa secara ilegal melalui jalur Candi Jawar, di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi adanya seorang pendaki terjatuh di jurang lereng Gunung Semeru pada Selasa sore, 2 Juni 2026.

"1 tim rescue dari Unit Siaga SAR Malang telah dikerahkan pada Selasa malam untuk melakukan proses evakuasi korban. Kemudian 1 unit rescue tambahan diberangkatkan dari kantor SAT Surabaya," ujarnya, Kamis (4/6).

Baca Juga: KPK Ungkap Silmy Karim Terima Jatah Rp 100 Juta per Pekan dari Pengurusan Izin Tinggal WNA, Pakai Kode Grup Musik

Tim tambahan ini diberangkatkan untuk mendukung tim SAR gabungan dengan membawa tambahan peralatan High Angle Rescue Technique (HART) serta starlink untuk mempermudah komunikasi antar personil.

Sementara itu, Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Malang, Imam Nahrowi menuturkan jalur pendakian dan tebing yang terjal membuat tim SAR gabungan kesulitan untuk mengevaluasi korban di jurang.

“Kondisi jalur pendakian yang harus dilalui medannya terjal dan banyak jurang yang curam sehingga selain jarak yang jauh, tim juga harus berhati hati saat naik ke lokasi evakuasi korban” terang Imam.

Pada Rabu malam (3/6), Tim SAR gabungan berupaya menuju tebing terdekat dari posisi korban terjatuh. Namun, perjalanan tersebut terpaksa dihentikan karena kabut tebal yang menutupi pandangan.

"Perjalanan kemarin malam terpaksa dihentikan karena keterbatasan visibility. Pandangan tertutup kabut saat malam sehingga beresiko tinggi bila perjalanan dilanjutkan (menuju tebing)," imbuhnya.

Pada Kamis pagi (4/6), proses evakuasi kembali dilanjutkan. Tim SAR gabungan memulai pendakian dari titik dropping menuju lokasi evakuasi yang akan membutuhkan waktu selama delapan jam.

Berdasarkan laporan tim yang berhasil menjangkau lokasi, korban mengalami pembengkakan pada bagian pergelangan kaki kanan.

Baca Juga: KPK Ungkap Ada Aliran Rp 366,7 Miliar dari Pengurusan Keimigrasian yang Seret Silmy Karim

Tiga warga bersama dua rekan pendaki Cakra telah berhasil mendekati lokasi korban yang berada di jurang sedalam kurang lebih 300 meter. Mereka mencapai titik tersebut dengan menelusuri jalur alternatif menuju posisi Cakra.

“Jadi posisi yang ada di bawah (jurang) itu sekarang ada 6 orang dan tim SAR gabungan yang ada di atas tebing kurang lebih ada 30 orang menunggu peralatan dari tim yang naik tadi pagi," ujar Imam.

Selanjutnya rencana evakuasi akan dilakukan dengan menggunakan metode Hauling System. Hingga Kamis sore, proses evakuasi korban yang terperosok di jurang Gunung Semeru masih berlangsung. (*)

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan