← Beranda
Seorang Kepala SPPG Diduga Main Judol hingga Bawa Cewek ke Dapur, Ujungnya Minta Maaf sambil Nangis
Dimas ChoirulSelasa, 26 Mei 2026 | 17.25 WIB
MEWEK: Video klarifikasi Kepala SPPG Aek Parombunan 2/(instagram @abri_putra9

JawaPos.com - Seorang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aek Parombunan 2, Sibolga Selatan, Sumatera Utara mendadak jadi perbincangan publik.

Pasalnya, dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, Kepala SPPG tersebut diduga tengah bermain judi online (judol) saat jam operasional hingga tersangkut masalah etik lantaran membawa wanita yang bukan pasangan sah ke kamar dapur.

Terkait hal ini, Kepala SPPG yang diketahui bernama Abriadi Tri Putra Bungsu tersebut secara terang-terangan mengakui kebenaran video itu.

Dalam sebuah unggahan reels di instagram pribadinya @abri_putra9, dirinya meminta maaf atas perbuatannya.

"Terkait pemberitaan yang lagi viral di lapangan, di tengah-tengah masyarakat, saya mengakui bahwa video tersebut adalah benar. Untuk itu, saya dengan kerendahan hati yang paling dalam, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, kepada pimpinan instansi saya mengabdi, atas kesalahan pribadi yang saya lakukan," ucap Abri dalam video, dikutip Selasa (26/5).

Masih dalam video klarifikasinya, Abri juga meluruskan bahwa kasus tersebut terjadi pada akhir bulan Maret dan awal April 2026. Adapun, tegas dia, permasalahan tersebut sejatinya telah selesai.

"Tapi pada kesempatan baik kali ini, saya perlu jelaskan bahwasanya saya tahu berita ini akan viral. Video tersebut terjadi pada akhir bulan tiga dan awal

bulan empat, yang di mana menurut saya permasalahan itu sudah selesai karena saya sudah meminta maaf kepada lingkungan sekitar dan masyarakat sekitar. Saya juga sudah dapat telepon dari pimpinan saya untuk memohon maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya," ungkapnya.

Meski begitu, Abri mengaku masalah pribadinya bisa viral imbas dari permasalahan akut dapur dan pihak yayasan terkait buruknya pelaksanaan program MBG.

Kata dia, pihak yayasan mengancam bakal menyebarkan video tersebut ke banyak media, sehingga membuat psikologisnya terganggu.

"Tetapi pada kesempatan berikutnya, PIC Yayasan menurut saya melakukan penekanan terkait segala kebijakan dengan bermodalkan video yang lagi viral di tengah-tengah masyarakat. Yang di mana PIC Yayasan menyampaikan bahwa dia punya banyak media, dia berasal dari himpunan mahasiswa yang cukup besar di Indonesia. Maka video tersebut selalu menjadi dasar tekanan psikologi yang terjadi kepada saya," jelasnya.

Pasalnya, kata Abri, setiap kegiatan operasional dapur SPPG, dirinya merasa bimbang untuk mengambil keputusan yang bertentangan dengan prosedur atau SOP yang sudah ditetapkan oleh Badan

Gizi Nasional (BGN). Kata dia, pihak yayasan tidak mengindahkan sejumlah aturan yang telah ditetapkan.

"Yaitu terkait bahan baku yang tidak sesuai baku mutunya, fasilitas pendukung dapur yang tidak sesuai dengan juknis, serta penerapan SOP dapur yang tidak sesuai dengan juknis, layout dapur yang tidak sesuai dengan juknis, dan keterlambatan bahan baku yang menghambat proses distribusi dapur sehingga dapur kami bahkan pernah mengantar sampai sore menjelang malam. Dan mark up harga yang menurut saya tidak sesuai dengan di lapangan, pelaporan pembelajaran yang tidak sesuai waktu," jelasnya.

Karenanya, dengan maksud untuk menyelamatkan program Presiden Prabowo Subianto, dirinya melaporkan pelanggaran pihak dapur/mitra yayasan ke BGN.

"Maka keluarlah SP 1 terhadap dapur tersebut. Sehingga tindak lanjut terkait SP 1 tersebut, maka Korwil dan Kapokcam mengadakan mediasi antara saya, mitra atau PIC Yayasan tentang perbaikan dapur dan masalah pribadi terkait video tersebut. Dengan tujuan bagaimana MBG ini berjalan dengan petunjuk teknis Badan Gizi Nasional dan menjalankan program Bapak Presiden dengan baik," jelasnya.

Lebih lanjut, saat adanya kunjungan dari pejabat BGN di daerah, ada beberapa poin penting terkait perbaikan yang dilaporkan juga kepada Tawas BGN. Puncaknya, empat hari lalu dapur yang dipimpinnya mengalami hampir terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh kurangnya fasilitas dapur yang belum sesuai.

"Kembali timbul peperangan dalam diri saya, apakah saya menutupi ini semua atau membuat pelaporan baru tentang apa yang terjadi di dapur. Dengan penuh rasa

istiqomah di dalam doa, saya ada dua pilihan yang saya hadapi: menyelamatkan karir saya atau menyelamatkan program ini Dengan istiqomah dan doa saya, maka saya putuskan untuk menyelamatkan program ini, membuat laporan khusus kembali. Dengan hasil pada Kamis, 21 Mei 2026, keluarlah surat pemberhentian sementara terhadap dapur tersebut," kata dia.

Saat kejadian Blackout di Sumatra pada Sabtu (23/5) lalu, Abri juga mengalami tekanan oleh oknum relawan yang rata-rata adalah pihak keluarga mitra.

"Oknum relawan yang rata-rata adalah pihak keluarga mitra itu tersebut secara bersama-sama melakukan keributan terhadap saya. Insya Allah saya tetap teguh. Dan hari ini kalian bisa lihat video yang lagi viral di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.

Karena itu, atas kejadian ini, dirinya meminta maaf sambil menangis atas kasus pribadi yang dialaminya.

Baca Juga: Jangan Sampai Rugi, Ini Berbagai Modus Penipu dalam Jual Beli Titik SPPG yang Diungkap Wakil Kepala BGN

"Pada prinsipnya saya siap dan memohon maaf kepada masyarakat Indonesia atas video, dengan integritas penuh, saya memilih menyelamatkan duit negara yang tersalurkan pada program ini daripada kepentingan pribadi saya," ungkapnya. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan