← Beranda
Bayi Santriwati di Pekalongan yang Disebut Lahir Tanpa Berhubungan Kini Diadopsi
Tazkia Royyan HikmatiarSabtu, 23 Mei 2026 | 21.02 WIB
Ilustrasi bayi digendong ibu. (ANTARA/Pexels-Kristina Paukshtite)

 

JawaPos.com - Bayi yang dilahirkan santriwati berinisial F, 22, asal Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, kini diadopsi keluarga di wilayah Banjarnegara. Bayi itu viral karena diklaom keluarga lahir dari ibunya tanpa pernah berhubungan dengan laki-laki.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak keluarga saat memberikan klarifikasi terkait kabar yang ramai beredar di media sosial.

"Kami sekeluarga ikhlas menerima kejadian ini dan mengembalikan semuanya kepada kuasa Allah. Kalau kami harus menuntut, kepada siapa? Pacar saja dia tidak punya," ujar ayah F berinisial S, dikutip dari Radar Pekalongan, Sabtu (23/5).

S menegaskan bahwa menurut pengakuan F kepada keluarga, dirinya tidak pernah melakukan hubungan dengan laki-laki manapun.

Baca Juga: Keluarga Sebut Santriwati yang Hamil Tanpa Berhubungan di Pekalongan Tak Punya Pacar

"Putri kami berinisial F mengaku sama sekali tidak melakukan hubungan dengan siapapun. Ia meyakini kejadian ini adalah kehendak dan takdir Allah semata," tuturnya.

Kehamilan Disebut Mulai Terlihat Sejak September 2025

Pihak keluarga menyebut tanda-tanda kehamilan mulai diketahui sejak September 2025, saat F berhenti mengalami menstruasi.

S juga mengungkapkan bahwa sebelum diketahui hamil, putrinya kerap mengalami mimpi-mimpi yang dianggap tidak biasa, baik ketika masih berada di pondok pesantren maupun saat sudah pulang ke rumah.

"Awalnya ia sering bermimpi, baik saat masih di pondok pesantren maupun saat berada di rumah. Sebelum diketahui hamil pun ia sudah sering bermimpi demikian," lanjutnya.

Melahirkan di Klinik Wilayah Doro

Kehamilan itu kemudian berujung pada persalinan seorang bayi laki-laki di sebuah klinik di wilayah Kecamatan Doro.

Setelah proses persalinan, keluarga memutuskan menyerahkan pengasuhan bayi tersebut kepada keluarga lain di Banjarnegara melalui proses adopsi.

Keterangan mengenai adopsi bayi ini menjadi salah satu fakta yang disampaikan keluarga dalam klarifikasi mereka terkait isu yang viral di media sosial.

Kepala Desa Benarkan Ada Klarifikasi dari Keluarga

Kepala Desa Kedungkebo, Nuhsani, membenarkan bahwa pihak keluarga telah memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut.

Baca Juga: Ajak Lennon Tramp Nonton Film Suamiku Lukaku, Ayu Azhari: Lebih Waspada Toxic Relationship

Saat dikonfirmasi, Nuhsani mengaku telah mendengar langsung keterangan keluarga F.

"Oh ya sudah, pastinya kalau itu," kata Nuhsani.

Ketika ditanya soal pengakuan keluarga mengenai kehamilan yang dikaitkan dengan mimpi, ia tidak membantah.

"Iya, iya, iya. Heeh. Iya," ujarnya singkat.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan