← Beranda
Di Tengah Tekanan ESG dan Hilirisasi, Industri Tambang Cari Formula Operasional yang Lebih Adaptif
Banu AdikaraJumat, 22 Mei 2026 | 23.23 WIB
Ilustrasi: Pertambangan. (Istimewa)

JawaPos.com - Industri pertambangan dinilai menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari tekanan efisiensi, tuntutan ESG, hingga keselamatan kerja dan transformasi teknologi. Isu tersebut menjadi sorotan dalam gelaran Indonesia Miner 2026 yang berlangsung pada 5–7 Mei 2026 lalu.

Forum ini dihadiri lebih dari 2.100 delegasi dari 20 negara dan mempertemukan perusahaan tambang, penyedia teknologi, investor, hingga regulator untuk membahas masa depan industri pertambangan.

Selain isu transisi energi dan digitalisasi, sejumlah sesi juga menyoroti aspek manusia di sektor tambang, termasuk keselamatan kerja dan keberagaman di lingkungan industri.

Baca Juga: Duga Tambang Emas Ilegal di Sumbar Dibekingi Aparat, DPR Minta Menhan-Panglima TNI Tertibkan Jajarannya

Salah satu pembahasan datang dari sesi terkait pengelolaan kelelahan kerja di area tambang yang dinilai semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas operasional.

“Topik ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas operasional,” ujar Henra Sastrawan yang mewakili PT Hexindo Adiperkasa Tbk.

Di sisi lain, perkembangan teknologi berbasis AI dan data juga disebut mulai menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan operasional tambang modern.

Perusahaan teknologi Coolon, misalnya, memperkenalkan sistem pencahayaan digital dan digital twin untuk membantu meningkatkan visibilitas operasional secara real-time.

Baca Juga: Data Pribadi Jadi 'Tambang Emas' Baru Hacker, Begini Cara Kebocorannya Terjadi

“Diskusi yang terjadi di sini sangat relevan dan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut,” kata Andrew Orkin selaku Product Development Manager, Coolon.

Sementara itu, Metso memperkenalkan pendekatan modular untuk mempercepat pembangunan fasilitas tambang dan meningkatkan efisiensi proyek.

“Pendekatan modular dapat membantu industri menjawab tantangan eksekusi proyek secara lebih efisien,” ujar Jason Perrella selaku Technology Manager Mining Crushers Metso.

Melalui berbagai diskusi tersebut, Indonesia Miner 2026 menunjukkan bahwa industri tambang kini tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga bagaimana beradaptasi dengan tuntutan keberlanjutan, keselamatan, dan transformasi teknologi di masa depan.

EDITOR: Banu Adikara