← Beranda
Punya Nilai Historis dan Kekuatan Pesantren, Cirebon Raya Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Sabik Aji Taufan• Jumat, 22 Mei 2026 | 02.09 WIB
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, Aziz Hakim Syaerozi. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon mengajukan diri menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Cirebon Raya dianggap memiliki sejarah panjang terhadap NU, serta banyak memiliki pesantren tua.

Permintaan ini sudah diajukan kepada Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Syaifullah Yusuf melalui surat resmi. Surat dilayangkan berdasarkan aspirasi kalangan Nahdliyin di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, Aziz Hakim Syaerozi mengatakan, pengajuan tersebut lahir setelah adanya musyawarah gabungan berbasis kawasan yang melibatkan unsur pengurus PCNU se-Cirebon Raya, meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.

“Kami berkesimpulan tegas untuk mengajukan kawasan Cirebon Raya sebagai tempat Muktamar NU ke-35. Ini merupakan aspirasi nahdliyin, seluruh pesantren dan dari berbagai kalangan, baik yang berada di Cirebon maupun di luar daerah,” ujar Aziz, Kamis (21/5).

Baca Juga: Kemendagri Optimistis Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Prekonomian Masyarakat Desa

Aziz mengatakan, Cirebon Raya memiliki nilai historis terhadap perjalanan NU. Selain itu, wilayah ini juga memiliki kekuatan pesantren, hingga kesiapan infrastruktur.

Salah satu pendiri NU juga berasal dari Cirebon. Dia adalah Abbas Abdul Jamil dan Abdullah Abbas. Keudanya menjadi perintis NU di Cirebon pada masa lampau.

Selain itu, kawasan Cirebon juga dikenal sebagai pusat pesantren tua yang telah melahirkan ribuan santri dan ulama. Beberapa pesantren besar seperti Buntet Pesantren, Pesantren Babakan, Pesantren Benda, dan Pesantren Gedongan yang usianya telah melampaui satu abad. 

“Cirebon bukan hanya punya nilai sejarah NU yang kuat, tetapi juga memiliki basis pesantren yang sangat besar dan nahdliyin yang mengakar,” imbuhnya.

Dari aspek infrastruktur, Cirebon Raya memiliki memiliki lebih dari 30 hotel berbintang tiga hingga lima. Beberapa diantaranya juga mampu menampung hingga 6.000 orang.

Secara geografis, Cirebon Raya juga mudah dijangkau. Transportasi umum seperti kereta api, bus, bandara, tersedia 24 jam. Kendaraan pribadi pun bisa menjangkau secara mudah dengan akses jalan tol dan arteri.

“Posisi Cirebon yang dekat dengan ibu kota dan kota-kota besar lainnya membuat kawasan ini sangat ideal untuk penyelenggaraan Muktamar NU ke-35,” pungkasnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan