← Beranda
Kapolri Sampaikan Aspirasi Petani ke Prabowo, Minta Dukungan KUR hingga Alsintan
Dhimas GinanjarSabtu, 16 Mei 2026 | 23.27 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Tuban, Jawa Timur. (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan langsung aspirasi para petani kepada Presiden Prabowo Subianto. Aspirasi tersebut berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan kapasitas produksi pertanian.

Penyampaian itu dilakukan saat acara panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Kapolri menjelaskan keterlibatan Polri dalam mendukung sektor pertanian. Salah satunya melalui kerja sama dengan bank-bank Himbara untuk memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat bagi petani.

Fasilitas pembiayaan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan produksi. Mulai dari pembelian bibit, pupuk, hingga biaya operasional pengolahan lahan.

“Yang digunakan untuk pembelian bibit dan pupuk, obat-obatan seperti herbisida, fungisida, insektisida, pembiayaan sewa traktor untuk penggemburan tanah, pengolahan lahan, pembayaran upah buruh, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya,” kata Sigit.

Kapolri berharap dukungan pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi petani. Menurutnya, kemudahan dan peningkatan plafon kredit akan membantu pengembangan usaha pertanian.

Ia menyebut dukungan tersebut penting agar petani bisa membuka lahan baru. Selain itu, pembiayaan juga diharapkan menopang rantai produksi dari hulu hingga hilir.

“Sehingga para petani dapat meningkatkan kapasitas produksi, kemandirian usaha, dan pertumbuhan ekonomi pedesaan,” ujar Sigit.

Kapolri juga memaparkan perkembangan pemanfaatan fasilitas pembiayaan tersebut. Hingga saat ini, ratusan kelompok tani binaan Polri telah mengakses program tersebut.

Sebanyak 714 kelompok tani jagung binaan Polri di 42 Polres pada delapan Polda disebut telah memanfaatkan skema pembiayaan ini. Total pinjaman yang tersalurkan mencapai Rp30,03 miliar.

Selain soal pembiayaan, Kapolri juga menyampaikan kebutuhan lain yang disuarakan petani. Mereka berharap ada tambahan bantuan sarana produksi pertanian.

“Di samping itu, para petani berharap kiranya dapat menerima bantuan yang lebih banyak lagi terkait dengan bibit, pupuk, dan alsintan, sehingga dapat mendukung peningkatan produksi,” tutup Sigit.

Aspirasi tersebut mencerminkan tantangan yang masih dihadapi petani di lapangan. Dukungan pembiayaan dan ketersediaan sarana produksi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.

EDITOR: Dhimas Ginanjar