JawaPos.com – Upaya memperluas akses air bersih di wilayah pedesaan mulai dilakukan melalui pembangunan 70 sumur air bersih di berbagai daerah Indonesia, dari Aceh hingga Merauke. Program tersebut diawali di Meunasah Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, dan ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Program penyediaan air bersih bagi masyarakat ini juga merupakan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan air nasional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga fondasi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat desa," Ketua Umum Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Indra Utama dalam keterangannya, dikutip Senin (11/5)
Baca Juga: Pakai Deodorant Kurang Efektif? Inilah 5 Cara Mengurangi Keringat Berlebih
Ia menambahkan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-6 Clean Water and Sanitation, yang berfokus pada penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat secara berkelanjutan.
"Program ini juga menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs dan pembangunan desa yang lebih merata," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, Reda Manthovani menekankan pentingnya tata kelola dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam program ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan akses layanan dasar di pedesaan,” ungkap Reda.
Baca Juga: Full Motor Hasil Tindak Kejahatan, Ini Penampakan Gudang yang Diungkap oleh Polda Metro Jaya
Sebagaimana diketahui, ABPEDNAS berkolaborasi dengan PT SUCOFINDO (Persero) dalam menggarap program ini. Lewat tajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa”, pembangunan sarana air bersih akan dilakukan di 70 titik wilayah operasional PT SUCOFINDO (PERSERO) yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
Inisiatif ini diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 3.500 hingga 7.000 masyarakat desa, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna menyampaikan bahwa pembangunan sumur air bersih ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan kebermanfaatan sosial yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance).
Program pembangunan sumur air bersih ini akan dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan selesa pada tanggal 22 Oktober 2026.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat sinergi antara BUMN, organisasi desa, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Sandry.