← Beranda
'Pestani' Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Melon Pantura Jatim
Ryandi ZahdomoSabtu, 18 April 2026 | 05.24 WIB
ILUSTRASI. Petani melon.

 

JawaPos.com - Upaya peningkatan produktivitas hortikultura di wilayah Pantura Jawa Timur menunjukkan hasil positif. Melalui program budi daya berbasis kolaborasi "Pestani Melon Pantura" yang melibatkan 210 petani, hasil panen melon meningkat hingga 10 persen disertai kenaikan pendapatan petani rata-rata 15 persen dalam satu siklus tanam.

Kegiatan ini mampu meningkatkan produktivitas petani melon Pantura dari rata-rata 18 ton menjadi 20 ton per hektare (Ha). Selain itu, pendapatan petani juga meningkat dalam satu siklus budidaya menjadi rata-rata Rp 22 juta.

Program Pestani ini merupakan stimulus yang diberikan Petrokimia Gresik untuk mendorong petani meningkatkan produktivitas dan kualitas melon, serta pendapatan mereka.

"Progam ini menjadi gerakan kolaboratif antara Petrokimia Gresik dan petani. Di sini dapat kita saksikan bahwa inovasi, disiplin budidaya dan penggunaan pupuk yang tepat mampu menghasilkan melon dengan ukuran besar dan rasa manis yang optimal," ujar Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo dalam keterangannya, dikutip Jumat (17/4).

Keberhasilan pertanian, tambahnya, merupakan fondasi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. "Kami berharap keberhasilan dan tata cara budi daya para peserta lomba ini dapat ditiru petani melon lainnya, sehingga manfaat dari program ini semakin luas dan berkelanjutan," ujar Adit.

Pestani Melon Pantura merupakan ajang kompetisi budi daya melon yang melibatkan petani mulai dari tahap penanaman, perawatan, hingga panen. Lomba ini diikuti ratusan petani dari wilayah Pantura, mulai dari Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, hingga Kabupaten Gresik.

Peserta mendapatkan dukungan paket tanam atau sarana produksi pertanian dari Petrokimia Gresik, di antaranya pupuk Phonska Lite, K-Plus, Phonska Cair, Phosgreen, ZA Plus, dan Petro Biofertil. Melalui kegiatan ini, petani dapat membuktikan langsung bahwa penggunaan produk Petrokimia Gresik berkontribusi terhadap peningkatan hasil panen dan kualitas komoditas.

Penilaian lomba meliputi tiga aspek utama, yaitu berat buah, tingkat kemanisan (brix), dan dokumentasi budidaya. Peserta juga ditantang menghasilkan melon dengan bobot mendekati 5,4 kilogram, selaras dengan usia Petrokimia Gresik yang ke-54 pada 10 Juli 2026 mendatang.

Pestani yang digelar Petrokimia Gresik di Pantura ini merupakan program ketiga yang telah dijalankan perusahaan. Sebelumnya, Pestani menyasar petani komoditas kentang di Dieng Raya serta petani semangka di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur. Sama seperti di Pantura, program ini juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian hortikultura di kedua wilayah tersebut.

"Kami ingin menegaskan komitmen Petrokimia Gresik untuk terus menjadi mitra strategis petani, tidak hanya sebagai penyedia pupuk, tetapi juga sebagai sahabat untuk tumbuh bersama dalam meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, dan kesejahteraan petani," ujar Adit.

Sementara itu, Juara 1 Pestani Melon Pantura, Suhartoyo, mengungkapkan, lomba Pestani ini menjadikan petani melon yang ada di kawasan Pantura Jawa Timur semakin berwawasan dalam menghadapi tantangan. Terlebih saat budidaya untuk lomba digelar kemarin cuaca cukup ekstrem.

"Penggunaan produk-produk Petrokimia Gresik mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas, khususnya berat buah melon. Pertumbuhannya lebih bagus dibandingkan musim sebelumnya, dengan cuaca yang sama. Pupuk dari Petrokimia Gresik, mampu menjadi solusi terbaik," ujar petani melon sekaligus Kepala Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban ini.

EDITOR: Estu Suryowati