← Beranda
Kapolda Riau Lakukan Rotasi Besar-Besaran Usai Kericuhan di Panipahan
Muhammad RidwanRabu, 15 April 2026 | 12.55 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan kunjungan kerja strategis ke Malaysia. (Istimewa)

JawaPos.com – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengambil langkah tegas dalam merespons situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir.

Setelah sebelumnya mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim sebagai bentuk tanggung jawab komando atas aksi kericuhan yang terjadi, Polda Riau kini melakukan evaluasi lanjutan yang berujung pada rotasi besar di tingkat personel.

“Berdasarkan hasil evaluasi dari Itwasda, Propam, serta melalui proses Wanjak yang panjang, kami melakukan penilaian secara komprehensif terhadap kinerja personel di Polsek Panipahan. Dari hasil tersebut, diputuskan akan dilakukan rotasi besar yang menyasar para kanit dan anggota yang bertugas di sana,” kata Irjen Pol Herry Heryawan, Selasa (14/4).

Baca Juga: Debut Bersejarah Marie-Louise Eta Ternoda Komentar Seksis, Union Berlin Langsung Bereaksi

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari penataan organisasi sekaligus upaya korektif untuk memastikan pelayanan kepolisian berjalan optimal dan responsif terhadap kondisi di lapangan.

“Kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat, mampu menjaga stabilitas kamtibmas, serta menjawab dinamika yang berkembang,” ucapnya.

Herry juga menegaskan, keputusan ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat Panipahan yang belakangan menunjukkan keresahan terhadap situasi keamanan.

“Kami mendengar aspirasi masyarakat. Kegelisahan warga menjadi perhatian serius bagi kami. Setiap langkah yang diambil tidak hanya berbasis evaluasi internal, tetapi juga sebagai tanggung jawab moral untuk menghadirkan rasa aman,” tegasnya.

Baca Juga: Leeds Kalahkan Manchester United, Haaland Ikut Rayakan dengan Sindiran Tipis

Dalam konteks lebih luas, pembenahan di Panipahan turut diiringi langkah strategis dalam pemberantasan narkoba, yang dinilai sebagai salah satu akar persoalan di wilayah tersebut.

Polda Riau telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba sebagai wujud komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika.

“Penanganan narkoba tidak bisa dilakukan secara biasa. Satgas ini tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja internal, sehingga tidak ada ruang bagi penyimpangan,” jelasnya.

Selain itu, Polda Riau akan memperkuat pendekatan kolaboratif dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau untuk mendorong Panipahan menjadi kampung Bersih dari Narkoba (Bersinar).

“Ke depan, Panipahan akan kita dorong menjadi kampung Bersinar. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga membangun ketahanan sosial masyarakat agar mampu menolak dan melawan narkoba secara kolektif,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Polda Riau juga akan menggandeng duta-duta anti narkoba dari berbagai kalangan, seperti tokoh pemuda, mahasiswa, dan komunitas lokal.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 15 April 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan

“Kami ingin gerakan melawan narkoba tidak hanya dilakukan aparat, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, pencopotan Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas pimpinan atas insiden kericuhan yang menjadi perhatian publik.

Melalui rangkaian ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan internal secara berkelanjutan, sekaligus memastikan setiap personel memiliki kapasitas, integritas, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu menjawab tantangan seperti pemberantasan narkoba dan pemulihan kepercayaan publik.

EDITOR: Bintang Pradewo