← Beranda
Viral Video Kereta Cepat Whoosh Berhenti di Kopo Bandung, KCIC Ungkap Penyebabnya
Bayu PutraSenin, 6 April 2026 | 17.28 WIB
Video viral Kereta Whoosh Berhenti di Kopo untuk membersihkan jalur dari seng. (instagram @bandungraya)

JawaPos.com - Sebuah video yang sempat viral menunjukkan Kereta Cepat Whoosh berhenti di tengah jalur di wilayah Kopo, Bandung pada Jumat (3/4) lalu.

PT KCIC memastikan bahwa berhentinya kereta tersebut bukan karena gangguan mesin, melainkan langkah antisipatif untuk membersihkan jalur dari benda asing yang terbawa angin kencang.

Sistem sensor keselamatan Whoosh mendeteksi keberadaan lembaran seng yang masuk ke jalur kereta akibat cuaca ekstrem. 

"KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim sempat dihentikan di KM 126+383 sekitar wilayah Kopo pada Jumat, 3 April pukul 16.45 WIB untuk memastikan keselamatan perjalanan, akibat adanya penanganan benda asing berupa seng yang masuk ke jalur karena cuaca ekstrem," ujar Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa. 

Baca Juga: Imbas Longsor Bandung, Penumpang KA Parahyangan-Serayu Dipindah ke Whoosh dan Bus

Penanganan tersebut berlangsung sangat cepat. Hanya dalam hitungan menit, jalur dipastikan kembali steril dan aman untuk dilalui.

"Sebelumnya, sistem sensor telah mendeteksi keberadaan benda tersebut sehingga dapat diantisipasi dan tidak membahayakan perjalanan. Penanganan selesai pada pukul 16.48 WIB dan pada pukul 16.49 WIB kereta kembali melanjutkan perjalanan," tambahnya.

Cuaca Ekstrem di Bandung Raya

Pada hari kejadian, wilayah Kota Bandung memang dilanda hujan deras yang disertai angin kencang serta petir.

Kondisi ini mengakibatkan beberapa pohon tumbang di jalan protokol, namun prasarana Whoosh dipastikan tidak mengalami kerusakan.

Eva menegaskan bahwa masuknya benda ringan seperti seng ke area jalur adalah dampak dari angin kencang, namun infrastruktur tetap dalam kondisi prima.

Baca Juga: 5 Fakta Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung yang Wajib Diketahui untuk Liburan Setelah Lebaran

KCIC menjamin keamanan perjalanan melalui teknologi pemantauan yang terintegrasi di Operation Control Center (OCC). Sistem ini dirancang untuk merespons segala potensi bahaya secara otomatis.

"KCIC menegaskan bahwa seluruh jalur Whoosh tetap aman dan dipantau melalui berbagai sistem keselamatan berlapis. Sistem tersebut meliputi sensor deteksi benda asing, sensor hujan dan angin kencang, serta sistem deteksi gempa yang terintegrasi dengan kontrol perjalanan," tutur Eva.

Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh pascakejadian, seluruh prasarana dinyatakan andal.

Hingga saat ini, arus penumpang dari arah Bandung menuju Jakarta terpantau tetap padat, terutama dari Stasiun Padalarang pasca libur panjang.

Baca Juga: Nyaris 20 Ribu Tiket Whoosh hingga H+5 Lebaran 2025, Lonjakan Diprediksi Terjadi pada Akhir Pekan

EDITOR: Bayu Putra