← Beranda
BMKG Akhiri Peringatan Tsunami! Gempa Maluku Utara Picu Kerusakan Bangunan di Ternate dan Manado
Ryandi ZahdomoKamis, 2 April 2026 | 20.57 WIB
Gempa Sulut. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Peringatan dini tsunami akibat gempa bumi kuat di Pulau Batang Dua, Maluku Utara, resmi berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan lampu hijau bagi warga untuk kembali, namun tetap waspada terhadap potensi kerusakan bangunan.

Gempa tektonik yang mengguncang wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4) pagi sempat memicu kekhawatiran akan gelombang tsunami. Namun, setelah melakukan pemantauan ketat, BMKG memastikan ancaman tersebut telah berlalu.

"BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya," ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, Kamis (2/4).

Analisis Penyebab dan Lokasi Gempa

Gempa ini tercatat berpusat di laut pada kedalaman 33 km. Secara teknis, guncangan ini dipicu oleh aktivitas subduksi di Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Baca Juga: Hodak Sebut Laga Lawan Semen Padang Bakal Sulit untuk Persib Bandung

Meski peringatan tsunami diakhiri, sempat terjadi kenaikan tinggi muka air laut di beberapa titik. Faisal memaparkan data pemantauan air laut sebagai berikut:

"Hasil pemantauan BMKG, terjadi kenaikan tinggi muka air laut di sejumlah wilayah, di antaranya Halmahera Barat pada 06:08 WIB dengan ketinggian 0.30 m, Bitung pada pukul 06:15 WIB dengan ketinggian 0.20 m," paparnya.

Data lain menunjukkan kenaikan di Sidangoli (0.35 m), Minahasa Utara (0.75 m), Belang (0.68 m), hingga Bumbulan (0.13 m).

Dampak Kerusakan di Malut, Sulut, dan Gorontalo

Guncangan gempa dirasakan sangat kuat di Kota Ternate dengan skala intensitas V-VI MMI. Kondisi ini membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Beberapa kerusakan bangunan dilaporkan terjadi, di antaranya, Gedung KONI Sario, Manado dan Gereja Kalvari, Pulau Batang Dua, Ternate.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida R., menyebutkan, setidaknya tiga provinsi merasakan dampak nyata, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Hingga pukul 09.50 WIB, tercatat ada 48 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan terbesar mencapai M5.5.

Untuk mendalami data serta memastikan keamanan warga, BMKG segera menerjunkan tim ahli ke lokasi terdampak. Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami Rahmat Triyono menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memantau potensi gempa susulan.

"Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau potensi gempa susulan serta dampak kerusakannya," terang Rahmat.

Baca Juga: Bazar Rakyat di Jakarta Dinilai Efektif Dorong Omzet UMKM dan Perkuat Interaksi Pemerintah dengan Publik

BMKG juga akan memasang portable seismograph di area Ternate dan Maluku Utara guna memantau aktivitas seismik secara lebih mendetail.

Imbauan Keamanan Bangunan bagi Warga

Masyarakat diminta tidak terburu-buru masuk ke dalam rumah tanpa pemeriksaan. Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, menekankan pentingnya cek struktur bangunan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak untuk melakukan pemeriksaan struktur bangunan sebelum memasuki rumah atau gedung. Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan," tutur Fachri.

Warga diharapkan tetap tenang dan hanya mempercayai informasi dari kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi, atau situs web bmkg.go.id.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan