← Beranda
Hari Ketiga Lebaran 2026! Denpasar Mendadak Sunyi: Ekonomi Lesu Ditinggal Pemudik, Jalanan Lengang Tak Biasa
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 24 Maret 2026 | 15.53 WIB
Suasana lengang di Jalan Gunung Rinjani, Denpasar saat H+3 Lebaran 2026 akibat banyak pedagang mudik. (Radar Bali)

JawaPos.com — Memasuki H+3 Lebaran 2026, wajah Kota Denpasar tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Denyut ekonomi di sejumlah titik keramaian justru melambat, menghadirkan suasana lengang yang jarang terlihat.

Kondisi ini menjadi pemandangan kontras di tengah euforia Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Saat daerah lain dipadati aktivitas silaturahmi dan wisata, sebagian sudut ibu kota Bali justru terasa sepi.

Salah satu potret nyata terlihat di kawasan Jalan Gunung Rinjani pada Senin (23/3/2026). Kawasan yang biasanya padat oleh aktivitas pedagang dan pembeli kini tampak lengang tanpa hiruk pikuk.

Baca Juga: Wajib Borong Sebelum Pulang! 5 Oleh-Oleh Khas Gresik Ini Jadi Buruan Pemudik Arus Balik Lebaran 2026

Jalan yang identik dengan kemacetan itu mendadak longgar tanpa antrean kendaraan. Situasi ini memberi kesan seperti kota yang sedang beristirahat dari rutinitasnya.

Sepinya kawasan tersebut tak lepas dari fenomena mudik tahunan yang selalu terjadi setiap Lebaran. Mayoritas pelaku usaha kecil di Denpasar diketahui merupakan perantau dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka berasal dari Pulau Jawa hingga wilayah lain seperti Sumatra dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat Lebaran tiba, para perantau ini pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari besar bersama keluarga.

Dampaknya, roda ekonomi sektor informal di Denpasar ikut melambat secara signifikan. Aktivitas jual beli yang biasanya ramai mendadak berkurang drastis.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces Besok Rabu 25 Maret 2026: Finansial, Hoki, Karier, Kesehatan, Mobilitas, Cinta, dan Mental

Warung makan, kios kecil, hingga pedagang kaki lima banyak yang tutup sementara. Hal ini membuat suasana kota terasa lebih tenang dibanding hari-hari biasa.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru bagi Denpasar. Setiap tahun, pola serupa selalu terjadi saat momen Lebaran tiba.

Namun, kondisi tahun ini terasa lebih mencolok karena hampir seluruh titik perdagangan kecil ikut terdampak. Tidak hanya satu dua kawasan, tetapi merata di berbagai sudut kota.

Ketergantungan Denpasar terhadap sektor informal dari para pendatang menjadi salah satu faktor utama. Ketika para pelaku usaha ini mudik, aktivitas ekonomi pun ikut “libur”.

Di sisi lain, masyarakat lokal yang tidak mudik cenderung mengurangi aktivitas konsumsi. Mereka lebih memilih menikmati suasana Lebaran dengan keluarga di rumah.

Kondisi ini membuat perputaran uang di tingkat mikro menjadi melambat. Dampaknya langsung terasa pada pedagang yang tetap bertahan berjualan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn Besok Rabu 25 Maret 2026: Finansial, Hoki, Karier, Kesehatan, Mobilitas, Cinta, dan Mental

Beberapa pelaku usaha yang masih buka mengaku mengalami penurunan omzet. Minimnya pembeli membuat pendapatan harian tidak seperti biasanya.

Meski begitu, suasana lengang ini juga menghadirkan sisi lain Denpasar yang jarang terlihat. Kota yang biasanya padat dan sibuk berubah menjadi lebih tertata dan nyaman.

Lalu lintas yang biasanya padat kini mengalir lancar tanpa hambatan. Udara terasa lebih bersih dengan berkurangnya aktivitas kendaraan.

Bagi sebagian warga, momen ini justru menjadi waktu yang tepat untuk menikmati kota dengan suasana berbeda. Denpasar terasa lebih santai dan tidak terburu-buru.

Baca Juga: Diserbu Ribuan Wisatawan Usai Nyepi! Penglipuran Bali Kembali Buktikan Daya Magisnya di Libur Lebaran 2026

Namun, di balik ketenangan itu, ada kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi. Terutama bagi sektor kecil yang sangat bergantung pada aktivitas harian.

Aktivitas ekonomi diprediksi baru akan kembali normal setelah masa cuti bersama berakhir. Sekitar H+7 Lebaran menjadi titik balik saat para pekerja mulai kembali beraktivitas.

Kembalinya para perantau ke Denpasar akan menghidupkan kembali roda ekonomi. Warung, toko, dan usaha kecil akan kembali beroperasi seperti biasa.

Pergerakan masyarakat yang meningkat juga akan memicu kembali aktivitas perdagangan. Denpasar diperkirakan kembali ramai dalam waktu dekat.

Hingga akhir pekan mendatang, suasana kota diprediksi masih akan relatif tenang. Kondisi ini menjadi fase transisi sebelum aktivitas kembali normal.

Fenomena ini menunjukkan betapa besar peran perantau dalam menggerakkan ekonomi kota. Tanpa mereka, Denpasar seakan kehilangan sebagian energinya.

Baca Juga: Geger! Mayat Perempuan Berdaster Merah Ditemukan di Sawah Pasuruan, Identitas Masih Misterius

Meski hanya sementara, kondisi ini memberi gambaran nyata tentang struktur ekonomi perkotaan. Ketergantungan pada sektor informal menjadi tantangan sekaligus kekuatan.

Lebaran bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang dinamika sosial dan ekonomi. Apa yang terjadi di Denpasar menjadi refleksi dari pergerakan masyarakat Indonesia secara luas.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio Besok Rabu 25 Maret 2026: Finansial, Hoki, Karier, Kesehatan, Mobilitas, Cinta, dan Mental

Ketika jutaan orang pulang kampung, kota-kota besar pun ikut “bernapas” sejenak. Denpasar adalah salah satu contoh nyata dari fenomena tersebut.

Kini, warga hanya menunggu waktu hingga kota kembali hidup seperti sediakala. Saat para pemudik kembali, Denpasar akan kembali berdetak cepat.

EDITOR: Bintang Pradewo