JawaPos.com–Kepolisian Resor (Polres) Sumedang menyebutkan dua pengendara motor meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di jalur arteri mudik Jalan Bandung-Cirebon, Kecamatan Sumedang Utara, pada Rabu (18/3) pagi.
Kasatlantas Polres Sumedang AKP Agus Sukaedi Suryana mengatakan, kecelakaan tersebut melibatkan truk boks pengangkut air minum kemasan dengan dua motor yang melintas dari arah berlawanan.
”Kejadian ini sempat menghambat arus di jalur mudik dari arah Cirebon menuju Bandung maupun dari Gerbang Tol Cisumdawu dan Cadas Pangeran,” kata Agus Sukaedi Suryana seperti dilansir dari Antara.
Baca Juga: Arus Kendaraan di Pantura Jawa Barat Terus Meningkat Jelang Puncak Mudik
Berdasar keterangan saksi, truk bernomor polisi B 9491 PXV diduga melaju saat lampu lalu lintas berwarna merah dan mengalami microsleep sebelum menabrak dua motor. Akibat kecelakaan tersebut, dua pengendara motor meninggal di lokasi, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat setelah tertimpa badan truk.
Saksi mata Dede Sujana mengatakan, truk melaju dengan kecepatan tinggi saat lampu merah sebelum akhirnya menabrak motor dan terbalik menimpa korban.
”Sudah lampu merah, tapi truknya kencang. Nabrak motor lalu terbalik menimpa pemotor,” kata Dede.
Baca Juga: Polresta Bandung Selidiki 13 Kios Ambruk di Pasar Bersih Soreang
Warga sekitar sempat berupaya menolong korban, namun kesulitan mengevakuasi dua pengendara yang terhimpit badan truk hingga petugas datang membantu. Petugas gabungan Operasi Ketupat Lodaya melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang sempat terjadi hingga sekitar tiga kilometer di kedua arah jalur mudik.
Agus Sukaedi Suryana menyatakan, sopir truk telah diamankan dan sedang dimintai keterangan lebih dan kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Sumedang untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, satu orang pemudik asal Ciamis meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk pengangkut sapi di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung. Kasubdit Rekayasa Ops Ketupat Polda Jabar AKBP Eti Haryati mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi pada pagi hari dan mengakibatkan satu korban jiwa.
”Dalam kejadian ini satu orang pemudik asal Ciamis meninggal dunia akibat kecelakaan truk pengangkut sapi di jalur Nagreg,” terang Eti Haryati.
Dia menjelaskan, penyebab kecelakaan terjadi akibat kendaraan mengalami gangguan pada sistem rem sehingga oleng ke kiri lajur dan menabrak pengendara motor sebelum terguling.
”Sekitar pukul 05.00 WIB waktu kecelakaan, satu unit kendaraan pengangkut sapi mengalami masalah pada rem sehingga oleng ke kiri, dan terguling,” ujar Eti Haryati.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Hentikan Seluruh Izin Pembangunan BRT
Selain korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan beberapa pengendara luka dan dua muatan sapi yang dibawa mati di lokasi kejadian. Proses evakuasi sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat, terutama saat petugas mengevakuasi delapan sapi yang masih hidup.
”Kondisi lalu lintas dari arah timur menuju barat saat ini berangsur kembali lancar meski sebelumnya terjadi antrean kendaraan,” papar Eti Haryati.
Eti menambahkan, masih melakukan evakuasi kendaraan pengangkut yang selanjutnya akan diamankan di pos terdekat guna menghindari hambatan lanjutan selama arus mudik. ”Untuk mengurai kepadatan, kami melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional termasuk penerapan one way di titik-titik tertentu,” ujar Eti Haryati.
Baca Juga: BMKG Deteksi 143 Titik Panas di Riau, Berpotensi Kebakaran Hutan
Terkait pengaturan arus, dia menyebutkan sistem satu arah (one way) telah diberlakukan di jalur utama, sementara untuk jalur selatan diterapkan secara situasional menyesuaikan volume kendaraan.
Dia mengimbau kepada para pemudik agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, meningkatkan kewaspadaan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan agar dapat tiba di tujuan dengan selamat. Berdasar pantauan, lalu lintas sempat tersendat saat proses evakuasi truk berlangsung pada pukul 08.30 WIB dari turunan Nagreg hingga persimpangan Cikaledong dan kembali lancar sekitar pukul 09.00 WIB dengan sistem satu arah.