JawaPos.com - Korlantas Polri bersama seluruh jajaran di Polda Bali mengambil langkah tegas untuk meminimalisir antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Tidak hanya pengaturan arus, petugas menyekat angkutan barang sumbu tiga ke atas.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal menyampaikan bahwa penyekatan angkutan barang sumbu 3 ke atas dilakukan di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan. Kendaraan-kendaraan itu diarahkan menuju buffer zone.
”Guna melakukan delay system sehingga dapat mengurangi beban kendaraan di jalur menuju (Pelabuhan) Gilimanuk maupun di area pelabuhan,” kata Faizal kepada awak media pada Senin (16/3).
Berdasar laporan dari petugas di lapangan, arus kendaraan yang hendak keluar meninggalkan Bali memang meningkat sejak kemarin (15/3). Peningkatan itu menyebabkan kantong parkir di area pelabuhan terisi penuh. Kendaraan yang dominan memenuhi kantong parkir tersebut adalah angkutan logistik.
”Adapun antrean kendaraan saat ini terpantau telah memasuki wilayah Kecamatan Melaya dengan panjang antrean kurang lebih mencapai 15 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk, (antrean kendaraan) didominasi oleh kendaraan logistik serta kendaraan pribadi,” jelas dia.
Baca Juga: Antrean Kendaraan ke Gilimanuk Tembus 31 Km, ASDP Terapkan Skema Tiba Bongkar Berangkat
Untuk itu, personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali bersama Polres Jembrana melaksanakan pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Khususnya di jalur yang dipenuhi oleh kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Sejumlah personel juga disiagakan di beberapa titik kepadatan.
”Koordinasi intensif dengan pihak ASDP, KSOP, TNI , UPP , BPTD , Dishub dan instansi terkait dalam rangka pengaturan kendaraan yang akan masuk ke area pelabuhan,” ungkap Faizal.
Jenderal bintang satu Polri itu pun menyampaikan bahwa penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) saat ini dilayani oleh 32 kapal penyeberangan. Dari puluhan kapal itu, dua diantaranya hanya menurunkan penumpang di Pelabuhan Ketapang dan bergegas kembali ke Gilimanuk.
”Dua unit kapal menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang guna mempercepat proses bongkar muat serta mengurai antrean kendaraan,” ujarnya.
Ditlantas Polda Bali menegaskan, antrean kendaraan itu tidak terjadi karena kemacetan atau gangguan arus lalu lintas. Antrean panjang itu muncul lantaran kendaraan harus mengantre dan menunggu giliran untuk diangkut menggunakan kapal.
”Secara pengaturan berjalan baik oleh satgas kamseltibcar lantas bersama polres dan instansi terkait, bukan kemacetan tapi antrean penyebrangan,” tegas Dirlantas Polda Bali Kombes Turmud.
Masyarakat dari Bali berbondong-bondong meninggalkan Pulau Dewata lantaran perayaan Nyepi tahun ini berdekatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah. Hari Raya Nyepi jatuh pada Jumat (20/3). Sementara Idul Fitri diperkirakan akan jatuh pada Sabtu (21/3).