← Beranda
Jalur Gumitir Banyuwangi-Jember Dipadati Pemudik Asal Bali, Polisi Tingkatkan Patroli
Bayu Putra• Senin, 16 Maret 2026 | 14.40 WIB
Kendaraan memadati jalur Gumitir, Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kalibaru, Banyuwangi Minggu (15/3). Mayoritas dari arah Timur, berisi pemudik dari Bali. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

JawaPos.com – Peningkatan arus mudik dari Bali ke Jawa tidak hanya terlihat di pelabuhan penyeberangan Gilmanuk, Jembrana dan Ketapang, Banyuwangi.

Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dan Jember juga semakin padat dengan kendaraan pemudik yang melintas.

Sepanjang Minggu (15/3) lalu kendaraan pemudik terlihat memadati jalan nasional tersebut, khususnya di sejumlah titik di wilayah Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru.

Jalur Gumitir di kawasan Gunung Gumitir selama ini dikenal sebagai salah satu rute utama bagi pemudik yang melintasi wilayah tapal kuda Jawa Timur.

Baca Juga: Tips Jaga Kesehatan Anak saat Mudik Lebaran, IDAI Imbau Lengkapi Imunisasi hingga Vaksinasi

Untuk memastikan perjalanan para pemudik tetap aman dan lancar, jajaran Polsek Kalibaru meningkatkan intensitas patroli serta pengamanan lalu lintas di sepanjang jalur tersebut.

Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi menjelaskan, patroli selama masa arus mudik Lebaran difokuskan pada kawasan yang dikenal rawan kecelakaan, khususnya di wilayah Dusun Barurejo.

“Patroli ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk menjamin keselamatan pengguna jalan selama arus mudik,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari Radar Banyuwangi (Jawa Pos Group).

Junaedi mengingatkan, jalur Gunung Gumitir memiliki karakteristik jalan yang cukup menantang bagi pengendara.

Selain memiliki tikungan tajam, jalur tersebut juga didominasi tanjakan dan turunan terjal yang membutuhkan konsentrasi tinggi saat berkendara.

Baca Juga: Aksesoris Penting untuk Motor Saat Mudik Jarak Jauh, Lengkap dengan Harga dan Ulasannya

“Sudah terjadi peningkatan signifikan jumlah kendaraan yang melintas di jalur tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan yang melintas di jalur Gumitir saat ini didominasi oleh kendaraan roda dua. Sebagian besar pemudik terlihat melaju dari arah Banyuwangi menuju Jember.

Fenomena ini diperkirakan berkaitan dengan banyaknya pekerja asal Jawa yang selama ini bekerja di wilayah Bali dan memanfaatkan jalur darat untuk pulang ke kampung halaman.

“Dari arah sebaliknya belum terlalu ramai. Peningkatan pesat justru terlihat dari arah Timur, kemungkinan para pekerja dari Bali yang hendak mudik,” paparnya.

Para pemudik biasanya menyeberang dari Bali menuju Banyuwangi melalui Pelabuhan Ketapang, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju berbagai daerah di Jawa.

Baca Juga: H-7 Lebaran Arus Mudik Jawa–Sumatera Naik Tajam, Penumpang di Pelabuhan Merak Tembus 72 Ribu Orang

Dalam kesempatan itu, Junaedi mengingatkan bahwa kondisi fisik pengendara menjadi faktor yang sangat penting dalam perjalanan jarak jauh, terutama saat melintasi jalur pegunungan seperti Gumitir.

Pengendara diminta tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau mulai mengantuk. Menurut dia, kelelahan saat berkendara dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk segera mencari tempat beristirahat jika konsentrasi mulai menurun,” imbaunya.

Selain itu, pengendara juga diminta untuk mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan jauh.

Untuk mendukung keselamatan pemudik, sejumlah titik rest area telah disiapkan di sepanjang jalur tersebut. Lokasi-lokasi ini dapat dimanfaatkan oleh para pengendara untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Hilir Mudik Penumpang Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Mulai Padat

Ada sejumlah titik istirahat yang tersedia, seperti di Jembatan Timbang Kalibaru, Masjid Nurul Huda Kalibaru Manis, Area Patung Gandrung, atau di Pos siaga di Desa Kalibaru Kulon.

Tempat-tempat tersebut dinilai cukup strategis karena berada di jalur utama yang sering dilalui pemudik.

“Silakan manfaatkan lokasi-lokasi tersebut untuk beristirahat agar kondisi fisik kembali prima sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Junaedi.

Selain patroli rutin, pihak kepolisian juga menyiagakan personel di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi potensi kemacetan maupun kecelakaan.

Petugas juga siap memberikan bantuan kepada pemudik yang mengalami kendala selama perjalanan, seperti kendaraan mogok ataupun membutuhkan informasi jalur.

Baca Juga: Tenang, Rek! Bulog Jatim Siapkan 1 Juta Ton Beras untuk Lebaran 2026

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, menjaga kondisi tubuh, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.

 

EDITOR: Bayu Putra