← Beranda
Misteri Sinkhole Limapuluh Kota: Ternyata Ada 'Sawah Luluih' yang Serupa Sejak Zaman Dulu
Ryandi ZahdomoKamis, 15 Januari 2026 | 00.32 WIB
Sinkhole yang muncul di Jorong Tepi, Lima Puluh Kota, Sumbar kini tampak berwarna kebiruan. (Istimewa)

JawaPos.com - Fenomena kemunculan lubang raksasa atau sinkhole di Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, terus menyita perhatian publik. Namun ternyata, fenomena alam ini sebenarnya bukan cerita baru.

Faktanya, tidak jauh dari titik lubang yang viral saat ini, terdapat jejak sinkhole masa lalu yang sudah ada sejak zaman dahulu. Lokasi yang dikenal warga sebagai "Sawah Luluih" ini menjadi bukti bahwa kawasan tersebut memang memiliki karakteristik geologi yang unik.

Menelusuri Jejak "Sawah Luluih" di Sikabu

Baca Juga: Ramalan Lengkap Zodiak Pisces Besok Kamis, 15 Januari 2026: Keberuntungan, Finansial, Kehidupan Pribadi, Karier, Keuangan, Kesehatan dan Emosi

Tim ahli dari Badan Geologi telah menghabiskan waktu tiga hari untuk menelusuri kawasan Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua. Fokus mereka tidak hanya pada lubang yang baru muncul, tetapi juga pada situs sinkhole lama di sekitarnya.

"Tim ahli dari Badan Geologi, sudah melihat lokasi sinkhole masa lalu yang disebut sawah luluih oleh penduduk lokal. Letaknya di kawasan Sikabu, Nagari Tungkar. Tidak jauh dari lokasi sinkhole sekarang di kawasan Pombatan, Nagari Situjuah Batua," ungkap Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, dikutip Rabu (13/1).

Selain memantau struktur lubang, tim juga meneliti sumber air di pemukiman penduduk dan sumur warga yang mengalir deras menuju Masjid Baitul Huda Tungkar untuk memahami sistem hidrologi bawah tanah di kawasan tersebut.

Dia juga mengingatkan bahwa air dalam sinkhole tidak boleh diminum secara langsung. Namun, hal ini bukan berarti air tidak boleh dimanfaatkan sama sekali.

"Masyarakat tetap bisa memanfaatkan air sinkhole untuk mengairi sawah. Kemudian, kalau air dalam sinkhole itu hendak dikonsumsi, mesti dimasak terlebih dahulu sampai mendidih, supaya aman dan terhindar dari bakteri," tambahnya.

Keunikan Sinkhole Situjuah: Mengeluarkan Air Deras

Baca Juga: Saksi Dahlan Iskan Ungkap Saham PT Dharma Nyata Press Sudah Dijual Lunas ke Jawa Pos Grup

Salah satu hal yang membuat para ahli terkejut adalah munculnya aliran air dari dalam lubang tersebut. Taufik Wirabuana, anggota tim Badan Geologi, menyebutkan bahwa ini adalah temuan yang sangat langka.

Taufik bahkan menyebut ini sebagai temuan paling unik selama sepuluh tahun masa kerjanya.

"Sinkhole ini unik karena mengeluarkan air. Tapi, kami belum teliti kandungan airnya, karena laboratorium kami di Bandung," ujar Taufik saat berbincang dengan Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy.

Hasil Uji Laboratorium: Air Mengandung Bakteri Tinggi

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah melakukan uji klinis terhadap kandungan air Sinkhole. Hasilnya, ditemukan banyak bakteri dalam kandungan air di sana. Masyarakat diminta untuk tidak mengonsumsinya secara langsung.

"Menurut hasil kajian Dinas Kesehatan, air ini mengandung bakteri yang cukup tinggi. Jadi, kalau bisa, tolong jangan diminum air ini secara langsung. Kecuali melalui proses dimasak. Ya Karena, kalau dalam sisi PH-nya, 6,5 masih dalam batas standar. TDS-nya oke. FE-nya oke. Tapi colinya, bakterinya tinggi," jelas Vasko.

Ia juga menepis isu-isu liar yang berkembang di tengah masyarakat terkait khasiat mistis air tersebut. Vasko menegaskan, tidak ada kaitannya air tersebut dengan air zam-zam di tanah suci.

"Kondisi air ini juga tak ada hubungannya dengan hal-hal mistis. Ini proses alam yang biasa terjadi. Jadi gak ada hubunganya air ini nyambung ke zam-zam. Gak ada. Air ini juga gak ada hubunganya dengan menyembuhin kesehatan," tegasnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga jarak aman dari bibir sinkhole guna menghindari risiko longsor susulan. Di sisi lain, Wagub Vasko mendorong pemerintah Nagari, agar di lokasi sinkhole, nantinya dibuat destinasi wisata pemandian, dengan desain khusus yang aman.

EDITOR: Bintang Pradewo