JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyita perhatian publik lantaran membahas proyek Bahan Bakar Minyak Buatan Indonesia Bos (Bobibos). Dirinya membahas BBM asli Indonesia ini dengan anggota DPR RI, Mulyadi.
Pada kesempatan itu, Dedi memperlihatkan sisi lain dirinya yang sederhana dan membumi. Dirinya mengaku lebih senang menghabiskan waktu di sawah daripada berwisata ke luar negeri.
Bahkan, ia juga mengaku bahwa sebenarnya sempat diundang untuk menghadiri acara sebelumnya. Hanya saja tidak sempat hadir.
“Waktu itu saya diundang, tapi tidak sempat datang,” ujar Gubernur Jawa Barat dengan senyum seperti dirangkum dari Radar Bogor (Jawa Pos Group).
"Ternyata, setelah launching, program ini viral dan ramai diperbincangkan netizen yang menilai bahwa setiap inovasi harus selalu berkolaborasi dengan Pak Gubernur,” jawab Mulyadi.
Dalam kesempatan tersebut pula, keduanya turut meninjau langsung hasil uji coba teknologi pertanian.
Uji coba lapangan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tersebut pun menggunakan mesin traktor diesel di Lembur Pakuan, Subang. Hasilnya, mesin bekerja optimal dengan tarikan ringan dan asap buangan lebih bersih.
Sementara itu, Mulyadi mengungkapkan hasil pengujian menunjukkan angka oktan 98,1 yang menandakan hasil yang cukup baik.
“Oh iya, Pak. Hasil uji coba itu ron-nya 98,1, Pak," ucap Mulyadi. "Oke, traktornya suruh maju ke sini,” kata Gubernur Jawa Barat sambil mengarahkan staf operator alat beratnya.
Sebagai informasi, peluncuran Bobibos ini sendiri dilakukan oleh PT Inti Sinergi Formula di Bumi Sultan Jonggol, Kabupaten Bogor pada Minggu (2/11). Bahkan, bahan bakar ini diklaim sebagai bahan bakar alternatif yang mampu menekan emisi hingga mendekati enol.
Menariknya, Bobibos menggunakan bahan baku dari tanaman lokal yang ada di berbagai daerah, termasuk kawasan-kawasan sawah di Indonesia.
“Bahan baku dari Bobibos ini dari tanaman, artinya kita bisa memproduksi bahan baku dimanapun di seluruh Indonesia,” kata Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, seperti dilihat pada unggahan akun Instagramnya, @bobibos_, Selasa (4/11).
Adapun Bobibos sendiri telah dipatenkan, baik inovasinya maupun mereknya. Bahkan, merek anyar BBM ini diklaim telah mendapatkan sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Produk Migas (Lemigas) yang merupakan lembaga dibawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kandungan emisi hasil Bobibos sendiri akan memiliki angka rendah. Hasil pengujian laboratorium memperlihatkan bahwa produk ini hampir mendekati RON 98.
Performa yang ditawarkan pun diklaim mampu menempuh perjalanan yang lebih jauh. Khususnya, saat Bobibos dibandingkan dengan bahan bakar minyak solar secara umum.
Bobibos sendiri terdiri dari dua produk utama untuk mesin solar dan bensin. Di antaranya yakni produk berwarna merah untuk mesin diesel dan putih untuk mesin bensin, keduanya sama-sama berasal dari limbah pertanian nabati alias biofuel.
Meski begitu, harga pasti dari produk BBM ini belum diungkapkan. Hanya saja beredar kabar bahwa harganya akan hampir sepertiga dari produk BBM biasa.