JawaPos.com - Warung Kasih, yang dikelola oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Sempursari dan Kartini Jember, kembali membuka pintu mereka dengan menu buka puasa yang menggugah selera.
Seporsi nasi dengan lauk pauk dan teh manis ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau, berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000, menjadikan tempat ini destinasi favorit bagi banyak masyarakat selama bulan suci Ramadhan tahun ini.
Dikutip dari ANTARA, Ketua WKRI Cabang Kartini Jember, Lucia Fransisca Elly Krisnaningsih, menegaskan bahwa inisiatif menyediakan menu buka puasa merupakan ekspresi kepedulian terhadap sesama muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, terutama bagi mereka yang jauh dari rumah saat berbuka.
"Kami menyediakan menu buka puasa untuk saudara-saudara muslim yang menjalankan ibadah puasa dan kebetulan mereka jauh dari rumah saat berbuka," kata Ketua WKRI Cabang Kartini Jember Lucia Fransisca Elly Krisnaningsih di Jember, Kamis (15/3).
Tidak hanya itu, Warung WKRI Cabang Sempursari juga menawarkan paket nasi berbuka puasa dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp2.000, khususnya bagi masyarakat sekitar dan para tukang becak yang sedang melintas menjelang waktu berbuka.
Meskipun harga seporsi menu buka puasa dan teh hangat di Warung Kasih WKRI Cabang Kartini Jember naik menjadi Rp3.000 pada tahun 2024, naik sebesar Rp1.000 dari tahun sebelumnya, namun hal ini masih dianggap terjangkau dibandingkan dengan warung lainnya.
Menurut Lucia, kenaikan harga menu buka puasa di WKRI tahun ini disebabkan oleh naiknya harga bahan pokok, terutama beras.
"Tahun ini banyak bahan pokok naik terutama beras, sehingga harganya kami naikkan menjadi Rp3.000 untuk satu porsi nasi dan teh manis," tuturnya.
Tiap harinya, Warung Kasih mampu menyediakan 200 porsi nasi dengan lauk pauk dan sayuran, yang selalu habis terjual karena banyaknya masyarakat yang membelinya saat mendekati waktu berbuka puasa.
Lucia melaporkan bahwa banyak tukang becak dan ojek yang singgah di Warung Kasih untuk berbuka puasa.
Untuk mengurangi penggunaan plastik, tahun ini tim WKRI memutuskan untuk menggunakan piring sebagai wadah penyajian.
"Banyak tukang becak dan ojek yang mampir ke Warung Kasih untuk berbuka puasa. Tahun ini kami kembali menggunakan piring untuk menyajikan seporsi menu buka puasa untuk mengurangi sampah plastik," katanya.
Sejak pandemi COVID-19, Warung Kasih telah mengubah penggunaan kemasan menjadi kertas bungkus untuk menyajikan satu paket menu buka puasa lengkap, sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi kerumunan dan penyebaran virus Corona.
Lucia menekankan bahwa Warung Kasih adalah wujud kebaikan dari Gereja Katolik kepada umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan sosial ini telah berlangsung sejak tahun 2009, dan telah menjadi tradisi selama 25 tahun.
"Warung Kasih itu upaya berbagi kasih dari Gereja Katolik untuk umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Kegiatan sosial setiap Ramadhan itu dilakukan sejak 2009, sehingga sudah berjalan 25 tahun," ujarnya.
Warung yang dikelola oleh WKRI Cabang Kartini Jember buka setiap hari Senin hingga Kamis selama bulan Ramadhan, memberikan kesempatan bagi masyarakat yang melintas di depan Panti Siwi Jalan Kartini menjelang berbuka puasa untuk singgah dan menikmati satu porsi nasi dan teh hangat dengan harga Rp3.000 saja.
Sementara itu, WKRI Cabang Sempursari Jember bekerja sama dengan Koramil Kaliwates untuk menyediakan paket menu buka puasa dengan harga Rp2.000, meskipun harga beras terus meningkat.