JawaPos.com – Insiden kebakaran terjadi di salah satu sekolah di daerah Makassar, Sulawesi Selatan.
Sekitar pukul 21.00 WITA pada Senin (30/10) malam, SMP Negeri 8 Makassar mengalami kebakaran.
Mengetahui kebakaran itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, H Muhyiddin langsung meninjau lokasi kebakaran di SMP Negeri 8 Makassar pada Senin malam.
Muhyiddin menerangkan, kebakaran yang terjadi di SMP 8 Makassar menghanguskan ruangan guru, berupa ruangan lama, dan sound system.
“Yang terbakar ruang guru dan ruang rapat, sound system, meja dan kursi guru dan ada beberapa lemari,” pungkas Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar tersebut.
Berdasarkan penuturannya, kebakaran SMP 8 Makassar bermula ketika PLN melakukan pemadaman listrik bergilir tiap wilayah pada Senin (30/10).
Baca Juga: Kebakaran Gunung Merbabu Rusak Pipa Sepanjang 25 Km, 1.000 KK Terancam Krisis Air
Pemadaman bergilir itu dilakukan dengan rata-rata durasi empat jam tiap wilayah terdampak mulai pukul 07.00 hingga 24.00 WITA.
Sedangkan, SMP Negeri 8 Makassar yang terletak di jalan Batua Raya mendapatkan giliran pemadaman listrik sekitar pukul 11.00 hingga pukul 14.40 WITA.
Saat itu, jam sekolah yang berakhir sebelum listrik kembali menyala membuat kipas angin lupa dinonaktifkan.
“Kebetulan pemadaman listrik dari PLN jam 11 nanti nyala lampu pukul 14.40, guru-guru dan siswa pulang dan lupa mematikan kipas,” jelas H. Muhyiddin.
Kipas yang terus aktif pasca listrik kembali menyala mengakibatkan korsleting listrik. Itu terungkap dari hasil pantauan kamera pengintai yang ada.
“Setelah dicek CCTV sekolah, penyebab korsleting listrik dari kipas angin,” terangnya.
Baca Juga: Api di Gunung Merbabu Akhirnya Padam, Petugas Kembali Sisir Area Kebakaran
Saat peristiwa terjadi, api baru bisa dipadamkan setelah 20 menit kemudian. Sebelas unit mobil damkar dan 40 personil pemadam kebakaran dikerahkan.
Akibat kebakaran SMP Negeri 8 Makassar itu, terpaksa siswa diharuskan belajar secara daring dari rumah.
Dinas Pendidikan Kota Makassar mengumumkan, proses belajar mengajar tetap akan berlangsung, dan akan dialihkan dari rumah melalui jaringan internet pada hari ini, Selasa (31/10).
“Untuk sementara proses belajar siswa melalui belajar daring selama satu hari,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar itu.
***