JawaPos.com – Fathur, salah satu guru di MA Yasua Pilangwetan Demak, Jawa Tengah, telah melewati masa kritisnya, usai menjadi korban pembacokan oleh siswanya pada Senin (25/9) kemarin.
Kapolres Demak, AKBP Purbaya, menuturkan bahwa kondisi Fathur yang terluka akibat sabetan senjata tajam di bagian leher, kini sudah membaik.
“Dari informasi Kepala Desa Pilang Wetan, keadaan korban sudah membaik,” kata Purbaya, seperti dilansir dari Antara, Selasa (26/9).
Sementara sang pelaku, siswa kelas XII berinisial R, kini masih menjadi buronan karena melarikan diri usai membacok sang guru.
Selain itu, R juga sempat melempar senjata tajam yang digunakannya untuk membacok Fathur, lalu kabur dengan sepeda motor.
“Saya sudah perintahkan Resmob membantu Polsek Kebonagung untuk mengejar pelaku,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, R menjalankan aksinya saat Fathur tengah mengawasi Penailaian Tengah Semester (PTS) di sebuah ruang kelas sekitar pukul 9.30 WIB. R datang menghampiri Fathur dan langsung menebaskan senjatanya ke leher Fathur.
Fathur pun terluka parah di bagian leher dan R kabur. Diungkapkan oleh kepolisian, diduga alasan R membacok gurunya adalah lantaran tak terima dengan nilai UTS yang kurang memuaskan.
“Ketika pembagian nilai semester, (pelaku) tidak terima nilainya jelek," kata Kasatreskrim Polres Demak, AKP Winardi.
***