← Beranda
Dampak Harga Beras Naik, Ratusan Warga Sidoarjo Berburu Sembako Murah
Bintang PradewoRabu, 13 September 2023 | 18.32 WIB
Program Tebus Sembako Murah bagi ratusan warga Sidoarjo, Jawa Timur. (Istimewa)

JawaPos.com - Kenaikan harga beras itulah yang tengah dirasakan rakyat kecil, mereka merasakan sangat tercekik. Tidak pakai teori, Relawan SandiUno inisiasikan program Tebus Sembako Murah bagi ratusan warga Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketua Gerbong Pecinta SandiUno Sidoarjo, Joko Dwitanto mengatakan program ini hadir untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terpenting memberikan solusi harga beras dan minyak goreng yang dapat ditebus sebesar Rp 15 ribu. Sehingga para ibu rumah tangga dapat mencukupi bahan pangan bagi keluarga.

Mayoritas pembeli tebus sembako murah ialah para ibu rumah tangga yang tidak berpenghasilan, dengan begitu kenaikan beras membuatnya memutar otak dalam membagi kebutuhan pokok setiap hari.

"Kami Gerbong Pecinta SandiUno membantu masyarakat di dalam meringankan beban mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama sembako. Kehadiran kami memberikan solusi, itulah salah satu fungsi dengan ide gagasan dari Pak Sandi," kata Joko di Warung Galena, Desa Banjarbendo, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (12/9).

"Beras semakin hari melambung tinggi, semoga kedepannya bisa menekan seluruh kebutuhan bahan pokok, masyarakat bisa menikmati harga murah dan kualitas yang bagus," imbuhnya. 

Menurutnya, warga cukup membayar hanya Rp 15 ribu bisa membawa pulang beras premium 3kg dan minyak goreng 1liter. "Itu sudah jauh lebih murah dari harga di pasaran," sambungnya.

Joko mengakui program sembako murah ini paling diutamakan bagi Gerbong Pecinta SandiUno. Selain itu, ia juga memberikan pelatihan kewirausahaan kepada ibu-ibu sebagai bentuk memupuk semangat berwirausaha untuk menghasilkan pendapatan ekonomi.

Sementara itu, salah seorang pembeli sembako Titis, 38, menyampaikan keluhan harga beras yang biasanya Rp 50 ribu sudah dapat 5kg sekarang hanya dapat 3kg. Dengan demikian, ia merasakan bantuan langsung Sandiaga Uno dan berharap akan ada program lanjutan seperti pelatihan untuk ibu rumah tangga.

"Beban saya rasakan, biasanya harga beras Rp 10 ribu sekarang menjadi Rp 16 ribu. Program ini membantu sekali, senang sekali berharap ada lagi dan juga diadakan pelatihan bagi ibu rumah tangga yang bisa menghasilkan cuan, nantinya bisa membantu ekonomi keluarga," jelas Titis.

EDITOR: Bintang Pradewo