← Beranda
Fisipol UGM Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa Jurusan HI
Latu Ratri MubyarsahSelasa, 11 Oktober 2022 | 18.17 WIB
Perwakilan Divisi Penanganan dan Pelaporan Fisipol Crisis Center (FCC) UGM Arie Eka Junia. Luqman Hakim/Antara
JawaPos.com–Fisipol Crisis Center (FCC) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendalami laporan terkait kasus dugaan kekerasan seksual oleh seorang mahasiswa Departemen Hubungan Internasional, kampus tersebut.

Perwakilan Divisi Penanganan dan Pelaporan Fisipol Crisis Center (FCC) UGM Arie Eka Junia mengatakan, mendapat laporan dari penyintas pada 8 Oktober. ”Jadi memang ada penyintas yang melapor tapi untuk identitas lebih jauh kami tidak bisa mengungkapkan,” kata Arie Eka Junia seperti dilansir dari Antara.

Kasus dugaan kekerasan seksual itu, disebutkan Arie, terjadi belum lama dan menimpa lebih dari satu korban dengan lokasi kejadian rata-rata di luar kampus. ”Lebih dari satu tapi kami tidak bisa mengonfirmasi berapa karena laporan masih terus dibuka, tapi (korban) lebih dari satu,” terang Arie Eka Junia.

Terkait laporan tersebut, FCC UGM saat ini sedang mendokumentasikan dan memverifikasi bukti-bukti yang diserahkan pelapor. ”Ini dalam kategori pelecehan seksual, unwanted touch (sentuhan yang tidak diinginkan), juga sexting (pelecehan seksual dalam pesan teks), seperti itu rata-rata,” papar Arie Eka Junia.

Proses penanganan kasus itu, menurut Arie, bekerja sama dengan pihak terkait. Termasuk Departemen Hubungan Internasional Fisipol UGM maupun dengan Unit Layanan Terpadu (ULT) penanganan kasus kekerasan seksual di tingkat UGM.

”Karena ini masih baru proses awal sekali penanganan, jadi belum ada keputusan apapun yang dijatuhkan atau tindakan apapun yang dijatuhkan (kepada terduga pelaku),” tutur Arie Eka Junia.

Arie berjanji penanganan kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan Fisipol UGM itu bisa segera tuntas. ”Kalau instruksi dari Pak Dekan tadi secepatnya. Karena kami tidak ingin berlarut-larut. Jadi kami akan mengoordinasikan ini secara cepat,” ujar Arie Eka Junia.
EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah