JawaPos.com - Keberadaan buaya berkalung ban motor di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, mengundang keprihatinan Jawa Pos. Untuk itu, Jawa Pos mengajak aktivis satwa, Muhammad Panji, guna menyelamatkan hewan yang terkenal sebagai simbol Kota Surabaya tersebut.
Upaya penyelamatan itu dilakukan Panji bersama tim gabungan Jawa Pos dan Radar Sulteng. Sesampai di Palu, Sabtu sore (20/1), Panji langsung melakukan observasi. Kebetulan, buaya berkalung ban itu tampak di dekat Jembatan Dua Sungai Palu di Kelurahan Tatura Selatan. Tepatnya tak jauh dari reruntuhan bekas jembatan.
"Sebelum ke sini, saya sudah koordinasi dengan beberapa kawan di Palu," ujar pria yang punya nama populer Panji Petualang itu.
Panji juga mengaku sudah meminta izin ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng. Dalam beberapa hari ini, Panji akan berupaya memancing buaya tersebut untuk merapat ke darat.
Upaya evakuasi pengeluaran ban akan lebih mudah dilakukan jika buaya di darat. Berdasar perkiraan pria asal Purwakarta itu, buaya berkalung ban tersebut berusia belasan tahun.
Pemimpin Redaksi Radar Sulteng (Jawa Pos Group) Murtalib menjelaskan, sebenarnya sudah lama Radar Sulteng membantu proses evakuasi buaya tersebut. Namun, selama ini para penyelamat, baik dari SAR maupun individu, belum berhasil.
"Semoga kali ini berhasil," ujarnya.
Pemimpin Redaksi Jawa Pos Nurwahid mengatakan, upaya penyelamatan itu bagian dari kepedulian Jawa Pos terhadap lingkungan. Apalagi, kondisi buaya tersebut sudah menjadi perbincangan warganet dari berbagai penjuru dunia.