JawaPos.com - Harga beras menjadi pemicu terjadinya inflasi di Kota Malang, Jawa Timur pada Oktober 2017, yakni sebesar 0,02 persen. Dari 8 kota di Jawa Timur, tercatat lima kota mengalami inflasi dan tiga kota mengalami deflasi.
Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, pada Oktober 2017 terjadi inflasi 0,02 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 130.07 pada September 2017 menjadi 130.10.
Seksi Statistik Distribusi Dwi Handayani Prasetyawati mengatakan, ada sepuluh komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Oktober 2017. Antara lain beras, tarif kereta api, daging ayam ras, semen, bahan bakar rumah tangga, biaya keamanan, cabai merah, batu bata, kimpor, dan kecambah. "Beras memberikan kontribusi sebesar 4,06 persen," ujarnya, Kamis (2/11).
Dia menyampaikan, penyebab terjadinya inflasi pada Oktober 2017 adalah naiknya indeks harga konsumen secara umum. Sementara dari 8 kota di Jawa Timur, inflasi tertinggi terjadi di Madiun sebesar 0,14 persen. Diikuti Banyuwangi sebesar 0,09 persen, Surabaya sebesar 0,05 persen, dan Sumenep 0,03 persen.
Sedangkan kota yang mengalami deflasi adalah Jember sebesar 0,17 persen, Probolinggo 0,17 persen, dan Kediri sebesar 0,12 persen.