JawaPos.com - Kepanikan melanda puluhan Kepala Keluarga (KK) yang mendiami kawasan Onkoliong, RT 02 RW 10, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (31/1) siang. Pasalnya perumahan yang mereka diami selama ini digenangi air laut yang naik ke darat (rob). Warga pun memilih mengungsi karena air pasang ini.
Dilansir dari Ambon Ekspres (Jawa Pos Group), air pasang ini sudah berlangsung sejak Senin (30/1) dini hari. Terpaan angin ikut memicu ombak mendorong air ke daratan. dan menghujani rumah-rumah penduduk. Warga takut, panik, dan kemudian menghindar. Sampai kemarin, saat malam, mereka menolak berada di rumah-rumahnya yang dekat dengan talud.
Salah satu warga Julkifli Fakaubun, membenarkan kejadian ini. Bahkan mereka sudah berkemas barang dari lantai I dan lantai II, untuk mengungsi. Kata dia, air pasangnya membuat mereka takut, dan memilih mengungsi sementara di tempat yang dirasa aman.
Di dalam rumahnya terdapat 10 jiwa dari dua Kepala Keluarga (KK). Hingga sekarang mereka terus berusaha membersihkan air laut yang masuk kedalam rumah, namun tinggi gelombang di kawasan ini tidak bersahabat. Semenjak air laut dan tingginya gelombang membuat warga disekitar lokasi ini tidak bisa tidur, karena mereka terus memilih waspada.
Di lokasi berbeda puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) juga hanyut dihantam gelombang yang berada pesisir, kawasan Ruko Batu Merah, Selasa (31/1). Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa namun barang milik pedagang tersebut hancur. (upi/sad/JPG)