← Beranda
Minimalis Estetis dengan Dominasi Monokrom di AN House
Lailatul Fitriani• Senin, 11 September 2023 | 13.50 WIB
MASTER BEDROOM

Hunian di kawasan Wiyung, Surabaya, itu terkesan hanya dua lantai jika dilihat dari luar. AN House sebenarnya memuat 5 level, yakni level 3–5 dibuat mezanin dengan menjadikannya satu bidang besar. Kaca dan dinding sebagai sekatnya.

PEMILIK menginginkan rumah yang tampak lebih luas, minimalis, tetapi tampil beda dari rumah-rumah di sekitarnya. Arsitek Monostudio, Carolus Bagas Ermono, mengakomodasi permintaan tersebut dengan permainan desain dan material.

Fasad lantai 1 menggunakan bata roster yang dicat abu-abu untuk menutupi keseluruhan dinding. Pelat besi pada kanopi menambah kesan minimalis. ’’Kenapa pakai pelat, karena jika dek, akan menyalahi garis sempadan bangunan (GSB),’’ ujarnya.

Fasad lantai atasnya tampil catchy dan berkesan lebih terbuka dengan material kaca. Penggunaan kaca yang luas juga memungkinkan pemilik menikmati view tanpa harus ke balkon. ’’Yang terlihat dari luar itu hanya area foyer, ruang transisi menuju kamar tidur,” imbuhnya. Untuk privasi, ditambahkan roller blind pada kaca tersebut.

Bagian atap di atasnya dengan material UPVC dibuat miring sehingga menambah kesan unik fasad AN House. Meski minimalis, tampilan fasad terlihat estetis.

Sisi kanan fasad menggunakan kisi-kisi kayu asli untuk menutupi pintu akses, kaca kamar mandi, dan area cleaning tools. ’’Goals-nya supaya area semiservis tidak terlalu terlihat, tapi juga tidak mengeblok bangunan,’’ kata Bagas, sapaan akrabnya.

Masuk ke sisi dalam, mezanin diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan ruang yang cukup banyak. Penataan ruang dipikirkan matang dengan memaksimalkan fungsi. Ruang keluarga, ruang makan, dan dapur bersih dijadikan satu tanpa sekat di lantai 2.

Untuk aktivitas masak yang berat, terdapat dapur di lantai dasar bersebelahan dengan carport, area servis, dan taman. ’’Mezanin pada level 3 memuat kamar tamu plus kamar mandi, kemudian kamar anak, bathroom, dan foyer pada level 4, serta master bedroom dan master bathroom di level paling atas,” urai Bagas.

Untuk sirkulasi, dibuatlah bukaan besar di salah satu sisi saja. Dengan demikian, cahaya dapat masuk maksimal secara alami. Namun, ruangan tetap sejuk. ’’Jika kedua sisi dibuat bukaan besar, memang cahaya semakin terang, tapi ruangan semakin panas karena iklim kita tropis,” ujarnya.

Pemilihan warna yang dominan monokrom, baik outdoor maupun indoor, membuat AN House berbeda dari rumah sekelilingnya yang cenderung colorful. Tone hitam dan putih juga seolah menjadi kanvas bagi pemiliknya untuk berkreasi dalam menata furnitur dan pernak-pernik. ’’Kami ingin ketika pemilik rumah pulang dapat merasakan sensasi yang berbeda dari segi bentuk maupun warna. Sehingga perasaan ingin pulang selalu ada,’’ ungkapnya. (lai/c12/nor)

Baca Juga: Konsep Modern Industrial di Maison de Vir: Vibe Abu-Abu, Hitam, dan Kayu ala Kedai Kopi Favorit

---

ELEMEN CATCHY

CEILING MASTER BEDROOM

Plafon kamar tidur utama menggunakan gypsum, tetapi dengan permainan model upceiling dan penerangan lampu LED yang menghasilkan tampilan menarik.

FASAD KACA

FASAD KACA
FASAD KACA

Penggunaan kaca yang luas pada fasad memberi kesan lebih lebar dan luas. Yang terlihat dari luar hanya area foyer. Dengan demikian, tidak mengganggu privasi penghuni. Dari dalam bisa langsung menikmati view.

PLAFON KOTAK-KOTAK

PLAFON KOTAK-KOTAK
PLAFON KOTAK-KOTAK

Pola kotak-kotak pada ceiling dapur tercipta dari kendala on-site. Adanya balok yang melintang di lantai 2 membuat ceiling tidak bisa tinggi. Solusinya adalah meninggikan beberapa area (kotak) yang tidak terkena balok gantung.

---

An House

TANPA SEKAT: Ruang keluarga dan dinding room di lantai 2. Lampu gantung dengan warna gold memberikan sentuhan cerah pada dominasi monokrom.
TANPA SEKAT: Ruang keluarga dan dinding room di lantai 2. Lampu gantung dengan warna gold memberikan sentuhan cerah pada dominasi monokrom.
  • Arsitek: Carolus Bagas Ermono – Monostudio
  • Luas lahan: 184,8 meter persegi
  • Luas bangunan: 330 meter persegi
  • Lama pengerjaan: 1,5 tahun
  • Lokasi: Wiyung, Surabaya
EDITOR: Ilham Safutra