← Beranda
WhatsApp Siapkan Fitur Peringatan, Mudahkan Pengguna Kenali WA Web Tidak Resmi
Nanda PrayogaKamis, 3 September 2026 | 12.37 WIB
Ilustrasi WhatsApp (Freepik)

JawaPos.com - WhatsApp kembali menyiapkan fitur yang berkaitan dengan keamanan dan privasi pengguna.

platform perpesanan milik Meta itu kini dikabarkan tengah mengembangkan peringatan yang dapat mendeteksi penggunaan klien WhatsApp Web pihak ketiga atau tidak resmi.

Hal itu dilakukan tidak lama setelah WhatsApp memberikan pratinjau fitur Peringatan Penipuan (Scam Alert).

Fitur tersebut saat ini dilaporkan sedang diuji untuk pengguna WahtsApp di Android.

Baca Juga: Akun WhatsApp Terblokir Massal, Waspada 3 Celah Ini Agar Tetap Aman

Peringatan akan muncul ketika pengguna menghubungkan akun WhatsApp melalui klien WhatsApp Web yang tidak resmi tanpa ia tahu bahwa itu layanan tak resmi. 

Kehadiran fitur ini diharapkan membantu pengguna mengenali layanan pihak ketiga yang berpotensi membahayakan keamanan maupun privasi akun.

Seperti dilansir dari Gadgets360, temuan mengenai fitur tersebut pertama kali dilaporkan WABetaInfo, situs yang rutin memantau pengembangan fitur-fitur baru WhatsApp.

Berdasarkan laporan tersebut, WhatsApp sedang menguji sebuah peringatan yang muncul ketika pengguna Android menautkan akun melalui klien WhatsApp Web pihak ketiga.

Peringatan itu sekaligus menyarankan pengguna untuk beralih ke WhatsApp Web resmi.

Baca Juga: Meta Ungkap Penyebab Akun WhatsApp Terblokir, Bukan Hanya Terjadi di Indonesia

Langkah tersebut ditujukan untuk membantu menjaga keamanan akun serta mengurangi risiko yang mungkin muncul akibat penggunaan layanan tidak resmi.

Notifikasi tersebut disebut akan ditempatkan di halaman "Perangkat Tertaut" (Linked Devices).

Tangkapan layar yang dibagikan dalam laporan WABetaInfo memperlihatkan peringatan berada di bagian bawah halaman tersebut.

Melalui peringatan itu, pengguna akan diminta menggunakan aplikasi atau layanan WhatsApp resmi untuk melanjutkan.

Meski demikian, pengguna tetap diberikan opsi untuk menutup notifikasi apabila tidak ingin mengikuti rekomendasi tersebut.

Baca Juga: Akun WhatsApp Banyak Terblokir, Komdigi Minta Meta Segera Pulihkan

Penggunaan klien WhatsApp Web tidak resmi berpotensi menimbulkan risiko terhadap privasi.

Layanan pihak ketiga dapat memiliki akses terhadap data atau file yang tersimpan dan berkomunikasi melalui perangkat pengguna sehingga berpotensi mengekspos informasi kepada perangkat lunak pihak ketiga.

Sebagai alternatif yang lebih aman, pengguna dapat mengakses WhatsApp Web resmi melalui Web.whatsapp.com.

Layanan tersebut mendukung enkripsi end-to-end untuk melindungi isi komunikasi pengguna.

Selain peringatan untuk klien tidak resmi, WhatsApp sebelumnya juga mengungkap fitur keamanan lain yang disebut "Scam Alert" atau Peringatan Penipuan.

Baca Juga: Foto WhatsApp Otomatis Masuk Galeri? Begini Cara Menghentikannya

Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna mengenali percakapan yang diduga berkaitan dengan penipuan.

Scam Alert memanfaatkan model machine learning yang bekerja langsung di perangkat pengguna.

Ketika sistem mendeteksi potensi penipuan, WhatsApp dapat menampilkan peringatan di dalam percakapan.

Pengguna kemudian dapat memilih untuk memblokir dan melaporkan percakapan tersebut.

Namun, apabila sistem memberikan peringatan yang keliru, pengguna tetap bisa mengabaikannya dan meneruskan percakapan seperti biasa. Fitur yang bersifat opsional ini masih berada dalam tahap pengujian beta.

Baca Juga: WhatsApp Perkuat Keamanan Akun, Passkey Kini Dipakai Lebih dari 1 Miliar Orang

Di sisi lain, WhatsApp juga baru memperluas kemampuan panggilan pada versi Web.

Platform tersebut kini mendukung panggilan suara dan video, baik untuk percakapan personal maupun grup.

Panggilan melalui WhatsApp Web juga dilindungi enkripsi end-to-end. Selain itu, pengguna dapat memanfaatkan sejumlah fitur selama panggilan, termasuk berbagi layar (screen sharing) dan memberikan reaksi.

Dengan berbagai pembaruan tersebut, WhatsApp tampaknya terus memperkuat aspek keamanan dan privasi di seluruh perangkat, termasuk ketika pengguna mengakses layanan melalui browser atau platform Web.

Baca Juga: Pengguna WhatsApp Keluhkan Akun Mendadak Diblokir, Pakar: Dibajak Judi Online

EDITOR: Bayu Putra