Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Agustus 2017 | 20.25 WIB

Novel Sempat Optimistis Kasusnya Cepat Terungkap, Tapi...

Novel Baswedan saat diwawancarai Jawa Pos di Singapura beberapa waktu lalu. (Imam Husein/Jawa Pos) - Image

Novel Baswedan saat diwawancarai Jawa Pos di Singapura beberapa waktu lalu. (Imam Husein/Jawa Pos)

JawaPos.com - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ragu Polri bisa mengungkap tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpanya.


Terlebih, saat Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mewacanakan adanya Tim Gabungan KPK-Polri untuk mengungkap kasus tersebut. 

"Beberapa hari yang lalu dia pesimis atas pengungkapan atas kasus yang dia hadapi, teror yang dialaminya. Dia pesimis ini bisa dituntaskan oleh pihak kepolisian oleh sebab itu Novel, termasuk kami di masyarakat sipil, ICW, dan sebagainya itu mendorong yang namanya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF)," kata Dahnil dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (5/8). 

Menurut Dahnil, sebenarnya Novel sempat optimistis kasusnya dapat terungkap. Sebab, ada deretan peristiwa yang menyertai sebelum penyerangan itu terjadi.

Bahkan Kapolda Metro Jaya saat itu Irjen Pol Muhammad Iriawan mengungkapkan adanya potensi penyerangan terhadap Novel. Sehingga Polda Metro Jaya mengirim pengamanan di lingkungan rumah Novel. 

"Ada data intelijen Polda pada saat itu ada pada upaya penyerangan terhadap Novel," jelasnya.

Namun, tiba-tiba tim ini ditarik dan digantikan tim dari Mabes Polri. Pergantian ini dilakukan tanpa diketahui alasannya oleh Novel.

"Jadi sebelum peristiwa pun Novel sebenarnya sudah merasa misalnya saat keluar dari rumah, itu memang sering ada motor ada lewat. Karena dia siap siaga, maka nggak jadi," ujarnya. 

Dahnil menceritakan di hari penyerangan itulah Novel sempat lengah, sehingga penyerangan pun berhasil dilakukan. Dan atas dasar data intelijen sebelum penyerangan itulah keyakinan pelaku dapat segera ditangkap dengan cepat muncul dalam diri Novel.

"Nah seminggu dua Minggu itu dia yakin karena ada data-data intelijen dari awal," jelasnya.

Selain itu, keyakinan kasus cepat terungkap juga didasari adanya berbagai peristiwa penyerangan dan perampokan terhadap penyidik KPK yang lain. 

"Nah dari dua peristiwa yang terjadi sebelum peristiwa Novel itu, Novel punya keyakinan bahwasanya oh ini berarti polisi sudah tahu kira-kira siapa," tandasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore