
Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan dilarikan ke Rumah Sakit Singapura untuk mejalani perawatan intensif. Novel menglami luka yang cukup serius di areal mata usai disiram air keras.
JawaPos.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan muncul dalam sebuah video berdurasi 2,5 menit. Dengan menggunakan peci putih dan kaus hitam, Novel memberikan pesan khusus kepada pelaku penyiraman wajahnya.
Menurut Novel, orang yang menyerangnya akan sia-sia. Karena lembaga yang dikepalai oleh Agus Rahardjo tidak akan mengendurkan semangatnya dalam menangkap para koruptor di Indonesia.
"Begitu juga harapan dengan orang-orang yang telah berupaya untuk menyerang saya, untuk meredam, menghentikan langkah-langkah korupsi, saya ingin menunjukan bahwa harapan orang-orang itu akan sia-sia. Tidak ada gunanya dan saya tegaskan bahwa itu tidak akan bisa sebagaimana yang mereka harapkan," ujar Novel dalam potongan videonya, Selasa (25/7).
"Saya berharap dengan kejadian ini malah menambah semangat perkara korupsi terkait hal lain yang merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua," tambahnya.
Novel menegaskan, dirinya tidak akan pernah takut dengan segala macam ancaman yang ada. Pasca diserang, dia mengklaim semakin bersemangat dalam menyelesaikan kasus-kasus yang tengah ditaganinya.
"Saya ingin menyampaikan semangat kepada rekan-rekan semuanya bahwa saya dengan kejadian ini tidak akan mengendur atau semangat saya berkuang," tegasnya.
Novel menambahkan, para pelaku teror penyerangan dirinya juga harus tau bahwa pemberantasan korupsi di KPK tidak akan pernah berhenti, hanya karena adanya ancaman. Oleh sebab itu ancaman yang dilakukan oleh koruptor adalah sia-sia.
"Ini juga sebagai penyemangat untuk kita semua terutama anak muda, pemuda Indonesia yang dengan begini kita berharap ke depan semakin kuat, semakin perhatian dengan kepentingan negara dan bangsa dan kepentingan orang banyak," ungkapnya.
Selain itu Novel juga mengapresiasi orang-orang yang terus mendukungnya dan mendoakan dirinya sembuh. "Menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua rekan-rekan yang telah mendoakan, yang telah memberikan perhatian dukungan tentunya," katanya.
Mengenai penglihatannya, Novel mengaku dalam waktu dekat mata bagian kiri akan dilakukan operasi. Sehingga dia bisa kembali lagi ke lembaga antirasuah.
"Mengenai mata saya sedang dalam proses penyembuhan terutama mata kiri yang prosesnya perlu waktu, dan ada operasi agar kembali normal," beber dia.
Sekadar informasi, teror yang menimpa Novel Baswedan ini sudah terjadi selama tiga bulan lebih, tepatnya terjadi pada 11 April 2017. Saat itu, Novel diserang dua orang pria usai melakukan ibadah salat Subuh.
Saat ini Novel masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura untuk mengobati matanya yang disiram cairan kimia itu.
Perkembangan terbaru, polisi mengklaim telah memiliki sketsa wajah para terduga pelaku penyiraman air keras itu, dan akan segera disebarluaskan ke masyarakat.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
