← Beranda

Jadwal Imsakiyah 7 Ramadhan 1447 H Kota Pekalongan, Rabu 25 Februari 2026, Lengkap Dengan Waktu Shalat dan Buka Puasa

Lania MonicaRabu, 25 Februari 2026 | 05.57 WIB
Ilustrasi Jadwal Imsakiyah 7 Ramadhan 1447 H Kota Pekalongan (Freepik)

JawaPos.com - Hari ketujuh Ramadhan 1447 Hijriah menjadi kesempatan berharga bagi umat Muslim di Kota Pekalongan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah.

Setelah melewati beberapa hari puasa, semangat spiritual hendaknya tetap terjaga.

Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.

Agar pelaksanaan puasa dan sholat berjalan tepat waktu, penting untuk mengikuti jadwal imsakiyah resmi.

Berikut jadwal untuk wilayah Kota Pekalongan yang dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Imsak: 04.20 WIB

Subuh: 04.30 WIB

Terbit: 05.43 WIB

Dhuha: 06.11 WIB

Zuhur: 11.58 WIB

Asar: 15.03 WIB

Maghrib (Buka Puasa): 18.05 WIB

Isya: 19.15 WIB

Keutamaan dan Hikmah Puasa Ramadhan

1. Puasa sebagai Sarana Meraih Derajat Takwa

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Puasa melatih pengendalian diri, baik dari makan dan minum maupun dari ucapan serta perbuatan yang tidak baik.

Dengan menahan diri sepanjang hari, seorang Muslim belajar untuk lebih sabar, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupannya.

2. Ramadhan Bulan Penuh Ampunan

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas untuk membersihkan diri dari dosa.

Puasa yang dijalankan dengan niat tulus dan penuh harap kepada Allah SWT akan mendatangkan ampunan serta rahmat-Nya.

3. Puasa Mengajarkan Kepedulian Sosial

Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW adalah pribadi yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi saat Ramadhan (HR. Bukhari).

Hal ini mengajarkan bahwa puasa bukan hanya ibadah personal, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap sesama.

Rasa lapar dan haus yang dirasakan selama puasa menumbuhkan empati kepada mereka yang kekurangan. Karena itu, memperbanyak sedekah dan berbagi menjadi bagian penting dari ibadah Ramadhan.

EDITOR: Hanny Suwindari