← Beranda

Ramalan Primbon Jawa! 7 Weton Sugih Bondo, Uripe Mulyo, dan Dipagari Rezeki dari Segala Penjuru dalam Waktu Dekat

Zulfa Putri HardiyatiRabu, 26 November 2025 | 12.25 WIB
Ramalan dari Primbon Jawa: Tujuh Weton Sugih Bondo, Uripe Mulyo, dan Dipagari Rezeki dari Segala Penjuru dalam Waktu Dekat (FREEPIK)

JawaPos.com - Dalam jagat spiritual Jawa, ada masa ketika angin rezeki terasa lebih lembut menyentuh langkah manusia.

Setiap pribadi membawa garis tuahnya sendiri, dan primbon kuno selalu mengajarkan bahwa keberuntungan bukan hanya soal kelahiran, tetapi juga tentang laku, budi, dan keselarasan batin dengan semesta.

Ketika energi bumi dan langit bertemu dalam harmoni, muncullah mereka yang disebut weton sugih bondo—pribadi yang hidupnya dipagari kecukupan, jarang sakit, dan dikelilingi rezeki dari banyak arah.

Menurut kanal YouTube Primbon Cirebon, ada tujuh weton yang dipercaya memiliki tuah besar: hidup makmur, rezeki deras, dan membawa aura keberuntungan yang menyala kuat.

1. Weton Jumat Pahing

Jumat Pahing dikenal sebagai pribadi dermawan yang ringan tangan dalam menolong siapa pun tanpa pamrih.

Sifatnya yang mudah bergaul, mandiri, tekun, bersih, dan lembut hati membuatnya selalu dicintai banyak orang.

 Aura kebaikan yang mereka pancarkan menjadi magnet rezeki. Semakin lurus niatnya, semakin kuat pula aliran keberuntungan yang menempel pada langkah hidupnya.

2. Weton Senin Pon

Senin Pon membawa pembawaan ramah dan santun sejak lahir. Mereka pandai berbicara dengan halus, sehingga mudah diterima dalam banyak kalangan.

 Relasi yang luas inilah yang membuat pemilik weton ini sering mendapatkan peluang besar.

 Ramah tamahnya menjadi pintu rezeki, sementara hatinya yang tidak suka mempersulit orang lain menjadikannya semakin disukai dan diberkahi.

3. Weton Kamis Kliwon

Baca Juga: Libur Akhir Tahun ke Solo? Ini Dia Rekomendasi 4 Tempat Makan Malam yang Enak dan Bikin Nagih

Pemilik weton ini disebut membawa rezeki bawaan sejak kelahiran. Energinya kuat, langkahnya ringan, dan rezekinya sering menular kepada pasangan hidup—baik suami maupun istri.

Kehadiran mereka dipercaya membawa keberkahan bagi keluarga. Dalam primbon, Kamis Kliwon dikenal sebagai weton yang “nyedulur marang rejeki,” mudah dipertemukan dengan peluang baik tanpa harus memaksakan keadaan.

4. Weton Selasa Pon

Selasa Pon memiliki hati yang teduh dan sikap melindungi orang lain. Mereka tidak pernah mengambil sesuatu yang bukan haknya, dan ketulusan inilah yang disebut membuka gerbang rezeki dari empat penjuru.

 Siapa pun yang dekat dengan Selasa Pon sering ikut merasakan dampak positif dari aura kebaikannya. Rezeki datang dari ketulusan, dan itulah kekuatan utama weton ini.

5. Weton Kamis Pon

Kamis Pon dikenal tenang, teratur, dan penuh kesejukan batin. Mereka cekatan dalam pekerjaan, hemat dalam pengeluaran, dan memiliki disiplin yang stabil.

Mereka jarang hidup berlebihan, tetapi justru karena itu rezekinya stabil dan berkecukupan.

 Hati yang lembut dan welas asih menjadi daya tariknya, membuat banyak pintu keberuntungan mudah terbuka.

6. Weton Kamis Pahing

Weton ini membawa kecerdasan alami yang ditunjang kreativitas tinggi. Mereka mudah menemukan peluang, cepat memahami keadaan, dan mampu mengubah situasi sulit menjadi kesempatan.

Sifatnya yang tenang, tulus, dan penuh syukur membuatnya jarang mengalami kekacauan batin. Ketentraman inilah yang menarik energi keberuntungan mendekat tanpa henti.

7. Weton Kamis Wage

Kamis Wage memiliki kemampuan luar biasa dalam menyelesaikan masalah. Mereka pendiam namun setia, tidak suka mengeluh, dan memegang tanggung jawab dengan teguh. Jiwa penolong mereka membuat banyak orang menghormati kehadirannya.

Karena sifatnya yang tulus dan stabil, rezekinya mengalir tanpa banyak hambatan. Mereka dikenal sebagai weton yang jarang kekurangan.

Primbon Jawa selalu mengingatkan bahwa keberuntungan sejati berasal dari hati yang bersih, budi yang lurus, dan ikhtiar yang tidak henti-henti.

Tujuh weton ini memang dipercaya memiliki tuah besar: sugih bondo, uripe mulyo, jarang loro, dan dikelilingi rezeki dari berbagai arah.

Namun pada akhirnya, semua kembali kepada kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa serta laku hidup yang dijalani setiap manusia.

EDITOR: Hanny Suwindari