← Beranda

6 Weton yang Akan Bangkit dari Remehan! Menjadi Bos Besar dan Raja Uang di Masa Mendatang

Zulfa Putri HardiyatiRabu, 26 November 2025 | 06.17 WIB
Ramalan Kepercayaan Primbon Jawa: Enam Weton yang Akan Bangkit dari Remehan, Menjadi Bos Besar dan Raja Uang di Masa Mendatang (freepik)

JawaPos.com - Dalam perjalanan hidup, manusia sering diuji melalui cercaan, remehan, bahkan hinaan yang menusuk hati.

Namun primbon Jawa mengajarkan bahwa beberapa kelahiran justru ditempa oleh cobaan itu untuk mempersiapkan mereka menuju derajat yang lebih tinggi.

 Ada weton-weton tertentu yang diyakini membawa aura kebangkitan: dulu diremehkan, kini digdaya; dulu dipandang sebelah mata, kini berdiri sebagai raja uang dan pemimpin besar.

Menurut kanal YouTube Primbon Cirebon, enam weton berikut ini membawa tuah kuat untuk menjadi kaya raya, memimpin usaha besar, dan mengubah nasibnya menjadi kehidupan yang lebih makmur di masa mendatang.

1. Weton Jumat Legi

Baca Juga: Liburan Akhir Tahun ke Bali Tak Boleh Melewatkan 3 Destinasi Ini, Wajib Mampir!

Dalam primbon Jawa, Jumat Legi berada di bawah naungan bumi kapetak waja jati serta kekuatan spiritual Sanggar Waringin.

 Mereka dikenal berhati baik, sabar, tulus, dan ikhlas meskipun sering menjadi korban ketidakadilan.

Hinaan yang diterima justru membentuk pribadi ini menjadi lebih tabah dan kuat batin.

 Karena keteguhannya itu, Jumat Legi memiliki potensi besar untuk naik derajat: dihormati, disegani, dan menjadi orang besar yang rezekinya mengalir dari berbagai penjuru.

2. Weton Senin Wage

Senin Wage membawa watak tekun, pantang menyerah, dan memiliki tekad baja. Mereka mudah menerima cobaan hidup karena hatinya ikhlas dan pikirannya positif. Meskipun sering dianggap remeh, mereka tidak mudah goyah.

Justru dari tekanan itulah Senin Wage ditempa menjadi pribadi yang kuat mentalnya. Dalam primbon, weton ini disebut mampu bangkit menjadi pemimpin besar—bahkan menjadi bos yang dihormati banyak orang berkat keteguhan dan disiplin hidupnya.

3. Weton Kamis Pahing

Kamis Pahing memiliki karakter sabar, rajin bekerja, dan memiliki hati yang bersih. Mereka tidak suka membesar-besarkan masalah dan selalu melihat sisi terang dalam setiap keadaan.

 Sifat inilah yang menjadi sumber rezeki. Dalam primbon disebutkan, Kamis Pahing memiliki garis takdir menuju kemapanan besar dan kaya raya.

Mereka cenderung sukses pada masa mendatang karena kesabaran dan ketenangannya membuka banyak pintu rezeki.

4. Weton Sabtu Wage

Sabtu Wage lahir dengan energi kuat dari Waseso Segoro—lambang keteguhan dan ketenangan.

Mereka selalu menunjukkan sifat tawakal, sabar, dan mampu menghadapi tekanan hidup. Hinaan yang datang tidak membuatnya runtuh, justru melahirkan tekad baru yang lebih kuat.

Orang dengan weton ini sering dipersiapkan oleh semesta untuk menjadi pemimpin yang tegar, dan rezekinya akan stabil serta melimpah setelah melalui ujian panjang.

5. Weton Senin Legi

Senin Legi berada di bawah naungan Satria Wibawa serta Tunggak Semi, membawa karakter tekun, taat, rajin belajar, dan tidak cepat menyerah. Mereka sering diremehkan di awal hidupnya, tetapi justru itulah yang membentuk mental baja.

Ketekunan Senin Legi membuat mereka disiapkan untuk menduduki posisi tinggi, berhasil dalam usaha, dan mendapat kepercayaan besar dari banyak orang.

Dalam primbon, weton ini disebut sebagai calon pemimpin yang hidupnya kelak diselimuti kesuksesan besar.

6. Weton Rabu Pon

Rabu Pon dikenal sebagai pribadi tahan banting yang tidak mudah digoyahkan oleh hinaan. Mereka pekerja keras, penyabar, dan selalu menjaga sikap positif.

Remehan dari lingkungan justru menjadi bahan bakar untuk membuktikan kemampuan diri.

Karena sifat inilah, primbon Jawa menyebut Rabu Pon sebagai weton yang berpotensi menjadi pemimpin besar dan kaya raya. Keteguhan hati mereka dibalas dengan rezeki dan penghormatan tinggi dari banyak orang.

Primbon Jawa mengajarkan bahwa nasib baik sering tumbuh dari luka dan penghinaan yang diterima.

Enam weton ini diyakini membawa aura kebangkitan, keberanian, dan kekuatan untuk berubah menjadi pribadi yang sukses, kaya raya, serta dihormati sebagai pemimpin di masa mendatang.

Namun sejatinya, segala sesuatu tetap berada dalam kuasa Tuhan Yang Maha Esa—manusia hanya perlu terus berusaha, menjaga hati, dan melangkah dengan keyakinan.

EDITOR: Hanny Suwindari