← Beranda

Ini 8 Alasan Kenapa Pemilik Weton Pon Selalu Selamat dari Bahaya dan Apes, Menurut Primbon Jawa

Intan PuspitasariJumat, 24 Oktober 2025 | 02.38 WIB
Ini 8 Alasan Kenapa Pemilik Weton Pon Selalu Selamat dari Bahaya dan Apes, Menurut Primbon Jawa (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu mengenal seseorang yang hidupnya berkali-kali nyaris celaka, tapi selalu saja ada jalan selamat di detik terakhir? Seolah ada tangan tak terlihat yang menuntunnya menjauh dari bahaya? 

Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal youtube yang aktif membahas weton dan spiritualitas Jawa yakni Budaya Like, dalam pandangan primbon Jawa, kemungkinan besar orang seperti itu lahir di weton Pon, salah satu weton yang dipercaya membawa energi perlindungan gaib dan ketenangan batin luar biasa. 

Hidup mereka mungkin tidak selalu mudah, penuh jatuh bangun, tapi entah bagaimana, mereka selalu bisa selamat dan berdiri kembali.

Baca Juga: PSIM Yogyakarta Taklukkan Dewa United 2-0, Jean-Paul Van Gastel Ingin Lebih Banyak Gol!

Leluhur Jawa menyebutnya sebagai “takdir adem” kehidupan yang tenang, tidak banyak sorotan, tapi selalu dijaga semesta.

Menurut primbon, ada sembilan alasan mengapa pemilik weton Pon sering dijauhkan dari bahaya dan kesialan. 

1. Pemilik Weton Pon hidup dengan hati yang tenang

Orang weton Pon tidak suka ribut atau menonjolkan diri. Mereka cenderung menanggapi hidup dengan sabar dan tidak mudah terpancing emosi. Sifat inilah yang membuat energi negatif enggan mendekat.

Dalam pitutur Jawa disebutkan, “sing ora akeh swara asring luput saka ambyar”, yang hidupnya tidak gaduh sering luput atau jauh dari kehancuran.

Baca Juga: 5 Shio Diprediksi Hoki Besar di Akhir Oktober 2025, Rezeki Mengalir Deras!

2. Mereka kuat dalam doa

Kedua, mereka sering berdoa dalam diam. Doa orang weton Pon jarang diucapkan keras-keras, tapi keluar dari hati yang tulus.

Diam mereka bukan tanda pasrah tanpa daya, melainkan bentuk komunikasi batin dengan Gusti Allah. Doa yang keluar dari hati seperti inilah yang dipercaya mampu membuka jalan keselamatan di saat genting.

3. Mereka punya wibawa alami

Ketiga, tatapan mata mereka membawa wibawa batin. Meski terlihat lembut, ada aura halus yang membuat orang dengan niat buruk berpikir dua kali untuk mengganggu.

Banyak yang percaya, aura ini muncul karena leluhur ikut menjaga langkah mereka.

4. Mereka tidak pernah punya niat jahat

Keempat, mereka jarang menyimpan niat jahat. Hati yang bersih dan tidak iri menjadi benteng alami dari energi negatif.

Orang weton Pon juga dikenal rendah hati, tidak suka pamer, dan selalu berjalan dengan tenang. Karena itulah mereka jarang memancing iri atau dengki dari orang lain.

5. Mereka didoakan oleh leluhur

Selain itu, leluhur mereka disebut turut mendoakan tanpa disadari. Dalam tradisi Jawa, setiap keturunan membawa doa dari garis darahnya. Doa para leluhur inilah yang sering kali “menggeser bahaya” sebelum sempat mendekat.

6. Mereka tidak suka keributan

Alasan lainnya, mereka tidak suka ikut keributan, lebih memilih menjauh dari suasana panas. Kebiasaan ini membuat mereka terhindar dari konflik yang bisa memicu masalah besar.

Dalam pepatah Jawa disebut, “sing cedak geni gampang kobong, sing adoh luwih slamet”, yang dekat api mudah terbakar, yang menjauh lebih selamat.

7. Mereka sentiasa tenang dan bisa menjaga ketenangan itu

Kekuatan lain dari weton Pon adalah kemampuan mereka menjaga ketenangan. Saat orang lain panik, mereka justru tetap tenang dan bisa berpikir jernih.

Ketenangan ini membuat mereka mampu mengambil keputusan tepat di saat genting, sehingga terhindar dari bahaya besar.

8. Hidup mereka cenderung mengalir

Terakhir, hidup mereka seperti air, lembut tapi kuat. Mereka tahu kapan harus menyingkir, kapan harus mengalir, tanpa melawan keras. Sifat ini membuat mereka mampu melewati banyak ujian hidup tanpa hancur.

Dari semua alasan itu, satu hal yang paling menonjol adalah energi ketenangan yang mereka bawa. Hidup orang weton Pon ibarat sungai yang mengalir lembut, tapi selalu sampai ke muara. 

Perlindungan yang mereka dapatkan bukan semata-mata karena nasib, melainkan hasil dari hati yang tulus, sikap rendah hati, dan doa yang tidak pernah berhenti. Jadi, kalau kamu lahir di weton Pon, bersyukurlah.

Sebab mungkin tanpa kamu sadari, hidupmu sedang dijaga oleh tangan-tangan halus dari semesta dan restu para leluhur.

EDITOR: Hanny Suwindari