← Beranda

15 Weton Raja Uang Paling Kaya Raya di Antara yang Lain, Dikaruniai Darah Biru dan Rezekinya Tak Pernah Surut 

Zulfa Putri HardiyatiKamis, 9 Oktober 2025 | 05.15 WIB
Weton Raja Uang Paling Kaya Raya di Antara yang Lain (freepik)

 

JawaPos.com - Dalam jagat spiritual Jawa, tak semua weton diciptakan sama. Ada yang hidupnya biasa-biasa saja, ada pula yang sejak lahir sudah membawa aura kebangsawanan, wibawa, dan kemuliaan yang tak tertandingi.

Weton-weton tertentu diyakini sebagai titisan darah biru, simbol dari keturunan ningrat dan pemilik rezeki melimpah ruah yang seolah tak pernah berhenti mengalir.

Dalam kacamata primbon Jawa, darah biru bukan sekadar simbol kehormatan. Ia juga menggambarkan energi spiritual tinggi — perpaduan antara karisma, keteguhan, dan keberuntungan besar yang mengantarkan pemiliknya menuju kemakmuran hidup.

Seperti yang diungkap dalam tayangan spiritual kanal YouTube Primbon Cirebon, terdapat 15 weton yang disebut sebagai weton raja uang, sebab konon mereka adalah titisan darah biru yang paling kaya raya di antara semua weton lainnya.

Berikut uraian lengkapnya dalam nuansa spiritual kejawen.

1. Minggu Wage

Weton ini menduduki urutan pertama dalam jajaran titisan darah biru. Dengan neptu 9, Minggu Wage dikenal sebagai sosok yang tekun, berwibawa, dan mampu berdiri tegak di tengah masyarakat.

 Dalam primbon Jawa, weton ini diibaratkan seperti seorang pemimpin sejati — keras pendirian namun berhati dermawan. Rezekinya selalu terbuka lebar, bahkan dihormati oleh orang-orang besar di sekitarnya.

2. Senin Pon

Berneptu 11, Senin Pon disebut sebagai weton yang dicintai rakyat dan disayang oleh raja. Pemilik weton ini memiliki karisma kuat, tutur kata menenangkan, serta tanggung jawab besar.

Dalam simbolnya, Senin Pon berada di bawah naungan Kerangan Sengenge, sang pemberi sinar kehidupan. Rezekinya deras, keberuntungannya luas, dan wibawanya membuat banyak orang berlindung padanya.

3. Senin Wage

Dengan neptu 8, Senin Wage dikenal sebagai pribadi yang lemah lembut, sopan santun, dan suka berbagi.

Ia berada di bawah naungan Waringin, pohon besar yang menjadi simbol pelindung.

Hatinya teduh dan selalu mengayomi, rezekinya pun tak pernah kering karena kemurahan hatinya yang tanpa pamrih.

4. Selasa Pahing

Berneptu 12, Selasa Pahing adalah sosok yang tegas, berjiwa strategi, dan berani mengambil keputusan.

 Dalam perhitungan primbon, ia ibarat seorang patih perang yang adil dan bijak. Rezekinya datang dari hasil keputusan berani dan kecerdasan taktisnya dalam menjalani hidup.

5. Selasa Pon

Weton ini memiliki neptu 10 dan termasuk istimewa. Selasa Pon dikenal berani mengutarakan pendapat dan memiliki semangat tinggi untuk memperjuangkan kebenaran.

Dengan hati luhur dan wibawa besar, rezekinya mengalir dari mana saja selama ia tetap tekun dan jujur.

6. Selasa Wage

Dengan neptu 7, Selasa Wage memiliki energi yang teduh dan menenangkan. Sosoknya periang, penyabar, dan suka menolong.

Banyak orang merasa damai berada di dekatnya. Intuisinya tajam, dan kemurahan hatinya membuat rezekinya datang tanpa henti.

7. Rabu Legi

Berneptu 12, Rabu Legi dikenal pendiam namun penuh tanggung jawab. Ia sering dijadikan tempat meminta nasihat karena kebijaksanaannya.

Weton ini juga kuat dalam tirakat dan memiliki daya spiritual tinggi. Karakternya yang sabar dan dermawan menjadikannya magnet rezeki yang tak pernah kering.

8. Rabu Pahing

Dengan neptu 16, Rabu Pahing dinaungi oleh Waseso Segoro — lautan berkah yang tak berbatas. Ia berhati lembut, mudah memaafkan, dan penuh kasih.

 Meski sering tertipu karena kebaikan hatinya, Tuhan selalu menggantinya dengan rezeki yang lebih besar. Ia ibarat seorang senopati welas asih yang memikirkan kesejahteraan banyak orang.

9. Rabu Pon

Weton dengan neptu 14 ini memiliki jiwa kepemimpinan yang sejati. Ia lembut namun tegas, bekerja dalam diam tapi hasilnya besar.

 Filosofinya seperti pepatah Jawa: menang tanpa ngasorake — menang tanpa merendahkan. Rezekinya datang karena kejujuran, kesungguhan, dan wibawa yang menenangkan.

10. Kamis Legi

Berneptu 13, Kamis Legi adalah pribadi penyepi, bijaksana, dan tenang. Ia bagaikan pertapa sakti yang diam-diam membawa perubahan besar.

Walau tak mengejar dunia, justru karena kesederhanaannya itu rezekinya tak pernah putus. Ia dilindungi oleh Waseso Segoro yang memberi limpahan berkah luas seperti lautan.

11. Kamis Pahing

Dengan neptu 17, Kamis Pahing dikenal sebagai pekerja keras dan pantang menyerah. Ia pandai menahan diri demi mencapai tujuan besar.

 Dalam primbon, weton ini dituliskan akan memperoleh kemuliaan dan disukai banyak orang. Rezekinya mengalir dari kerja keras dan keteguhannya.

12. Kamis Kliwon

Weton dengan neptu 16 ini dikenal mandiri dan fokus mencari penghidupan sendiri. Ia kuat secara mental dan tak mudah menyerah.

 Dikenal tahan banting, Kamis Kliwon mampu bangkit dari keterpurukan dan tetap berjalan menuju keberhasilan dengan keteguhan hati.

13. Jumat Legi

Dengan neptu 12, Jumat Legi memiliki aura seperti mentari pagi yang memberi kehidupan. Semangatnya tak pernah padam dan tanggung jawabnya tinggi.

 Naungan Waseso Segoro membuat rezekinya terus mengalir, bagai ombak yang tak pernah berhenti menyentuh pantai.

14. Jumat Kliwon

Berneptu 14, Jumat Kliwon memiliki pesona memikat dan aura tenang. Ia pemberani, cerdas dalam mengambil keputusan, dan memiliki naluri bisnis tajam.

Dengan kewaspadaan tinggi, ia mampu menarik simpati dari orang berpengaruh dan mengelola peluang menjadi kekayaan besar.

15. Sabtu Kliwon

Terakhir, Sabtu Kliwon dengan neptu 17 adalah sosok penuh kasih dan tanggung jawab tinggi. Orang-orang datang padanya untuk bercerita dan mencari ketenangan.

Walau rezekinya kadang cepat habis, ia juga cepat digantikan dengan yang lebih besar. Ia dilindungi oleh Tunggak Semi, simbol kesuburan dan keberkahan tanpa batas.

Dalam kearifan primbon Jawa, kelimabelas weton darah biru ini bukan sekadar ramalan kekayaan, melainkan cerminan keseimbangan spiritual — antara wibawa, kebajikan, dan kerja keras.

Namun pada akhirnya, seperti diingatkan Primbon Cirebon, rezeki, jodoh, dan maut hanyalah rahasia Tuhan Yang Maha Kuasa. Tugas manusia hanyalah berusaha, berdoa, dan tetap rendah hati di tengah berkah yang diterimanya.

EDITOR: Novia Tri Astuti