← Beranda

Menurut Primbon Jawa, Ini Kesalahan-Kesalahan Fatal dalam Menghitung Weton Jodoh 

Intan PuspitasariKamis, 9 Oktober 2025 | 01.04 WIB
Menurut Primbon Jawa, Ini Kesalahan-Kesalahan Fatal dalam Menghitung Weton Jodoh (Vecteezy/Agung Duta Manggala)

JawaPos.com - Pernahkah Anda mendengar kisah pasangan yang awalnya terlihat sangat cocok, tetapi tiba-tiba kandas padahal sudah dekat dengan pernikahan? Atau pasangan yang sudah menikah, tapi sering bertengkar, rezekinya seret, dan rumah tangganya terasa panas terus? 

Bisa jadi, semua itu terjadi karena salah perhitungan atau salah pemahaman dalam membaca weton jodoh.

Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal youtube yang aktif membahas weton dan spiritualitas Jawa yakni Budaya Like, dalam budaya Jawa, weton bukan sekadar hitungan iseng, melainkan sarana memahami kecocokan lahir dan batin. Sayangnya, banyak orang justru salah menafsirkan maknanya dan terjebak pada hal-hal yang seharusnya bisa dihindari.

Berikut ini lima kesalahan fatal dalam menentukan weton jodoh yang sering terjadi menurut pandangan Primbon Jawa:

1. Terlalu Percaya Hitungan Dukun Tanpa Memahami Maknanya

Banyak orang sepenuhnya bergantung pada dukun atau orang pintar tanpa memahami arti dari hitungan weton itu sendiri. Padahal, hitungan weton adalah ilmu leluhur untuk membantu manusia lebih bijak, bukan untuk menakut-nakuti atau dimanfaatkan demi keuntungan. 

Untuk mengatasinya, Anda bisa mempelajari maknanya walau sedikit, bertanya pada orang tua atau guru spiritual yang amanah, dan imbangi dengan doa serta sedekah.

2. Lupa Berkonsultasi dengan Orang Bijak

Dalam tradisi Jawa, nasihat orang tua dan restu sesepuh adalah pondasi penting dalam pernikahan. Sering sekali ada pasangan yang hitungan wetonnya dianggap berat, tapi mereka memohon petunjuk dan doa dari sesepuh. Setelah menjalankan puasa mutih dan sedekah, rumah tangga mereka justru harmonis. Artinya, restu dan bimbingan lebih kuat daripada angka.

3. Hanya Fokus pada Angka, Lupa pada Karakter

Banyak yang hanya menghitung neptu dan menilai cocok atau tidak dari angka. Padahal, karakter jauh lebih menentukan. Ada pasangan dengan hitungan berat tapi hidup bahagia karena saling melengkapi. 

Sebaliknya, ada yang hitungannya ideal tapi sering bertengkar karena sama-sama keras kepala. Weton hanyalah simbol,  karakter adalah kenyataan yang menentukan.

4. Takut dengan Sengkala tapi Lupa Ikhtiar

Sengkala adalah tanda peringatan, bukan vonis. Jika hitungan dianggap berat, bukan berarti harus mundur, tapi justru diperbanyak ikhtiar seperti tirakat, puasa, sedekah, dan doa bersama. 

Banyak pasangan membuktikan bahwa dengan niat baik dan usaha lahir batin, rumah tangga yang dianggap “berat” justru menjadi penuh berkah.

5. Mengabaikan Restu dan Rasa Cinta

Restu orang tua adalah doa yang paling kuat. Hitungan boleh cocok, tapi tanpa restu dan cinta yang tulus, rumah tangga mudah goyah. Sebaliknya, bila ada restu dan rasa saling menyayangi, segala hitungan bisa diatasi dengan doa dan kesabaran.

Sebagai penutup, ingatlah bahwa hitungan weton jodoh hanyalah alat bantu, bukan penentu nasib. Jika hitungan tampak kurang baik, imbangi dengan doa, tirakat, sedekah, dan restu orang tua. 

Jodoh sejati adalah rahasia Tuhan, dan pernikahan yang bahagia lahir dari usaha, keikhlasan, dan cinta yang tulus. Semoga kita semua diberi jodoh terbaik dan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho