← Beranda

5 Weton Sakti Mandraguna yang Disebut Paling Kebal Kesialan dan Penuh Perlindungan Gaib Menurut Primbon Jawa

Yurahmi PutriMinggu, 31 Agustus 2025 | 22.53 WIB
Artikel ini membahas detail primbon, makna mistis, serta keistimewaan weton yang dipercaya mampu menolak kesialan, mendatangkan rezeki, dan memberikan perlindungan leluhur

JawaPos.com-Dalam kehidupan masyarakat Jawa, weton kelahiran bukan sekadar penanda tanggal lahir, melainkan dianggap sebagai peta takdir seseorang. Dari sinilah lahir berbagai perhitungan hidup—mulai dari memilih jodoh, membuka usaha, hingga menentukan hari baik untuk upacara adat.

Para leluhur Jawa percaya bahwa setiap manusia membawa getaran energi semesta yang dipengaruhi oleh hari dan pasaran kelahirannya. Kombinasi inilah yang kemudian disebut sebagai weton. Ada yang dipercaya membawa rezeki lancar, ada pula yang penuh ujian. Namun di antara 35 kombinasi weton dalam kalender Jawa, ada beberapa yang begitu istimewa. Mereka disebut sebagai weton sakti mandraguna.

Weton ini diyakini sejak lahir sudah dilindungi oleh tameng gaib, memiliki aura spiritual kuat, dan sulit disentuh kesialan. Hidupnya seperti selalu berada dalam pengawasan leluhur dan mendapat pertolongan tak kasat mata.

Lalu, siapa saja lima weton sakti mandraguna yang disebut paling kebal dari kemiskinan dan nasib buruk?

Keistimewaan Rabu Legi:

  • Penolak energi negatif: Banyak spiritualis Jawa meyakini bahwa anak Rabu Legi sulit ditembus energi buruk, termasuk santet, guna-guna, maupun iri hati orang lain.

  • Keberuntungan finansial: Dalam dunia usaha, mereka sering lolos dari krisis besar. Saat orang lain kehilangan pekerjaan, justru ada pintu rezeki baru yang terbuka bagi mereka.

  • Aura kepemimpinan: Daya tarik batin mereka membuat disegani tanpa harus banyak berbicara.

Tak heran, Rabu Legi dikenal sebagai weton yang dijaga alam gaib sejak lahir. Hidupnya jarang sekali jatuh ke jurang kemiskinan yang mematikan.

2. Jumat Kliwon –

Jika berbicara tentang weton dengan aura mistis paling kuat, maka Jumat Kliwon selalu masuk dalam daftar. Neptunya adalah 14 (Jumat = 6, Kliwon = 8). Dalam primbon, angka 14 melambangkan pertemuan energi bumi dan langit, menjadikannya weton dengan spiritualitas tinggi.

Orang yang lahir pada Jumat Kliwon sering dianggap memiliki indra keenam lebih tajam dibandingkan weton lainnya. Mereka mudah menangkap firasat, mimpi gaib, atau pertanda spiritual yang tak semua orang bisa mengerti.

Keistimewaan Jumat Kliwon:

  • Kekuatan mistis bawaan: Banyak dukun, kyai, dan spiritualis besar lahir pada Jumat Kliwon. Mereka memiliki koneksi alam gaib yang sangat kuat.

  • Daya proteksi tinggi: Diceritakan bahwa pemilik weton ini sulit sekali dicelakai secara gaib. Energi perlindungannya sangat kuat.

  • Rezeki penuh kejutan: Walaupun tidak selalu bergelimang harta, mereka sering mendapat jalan rezeki yang tidak terduga.

Tidak heran, Jumat Kliwon sering disebut sebagai weton leluhur, karena diyakini selalu dijaga oleh arwah keluarga atau sosok gaib penjaga.

3. Sabtu Pahing 

Sabtu Pahing memiliki neptu 13 (Sabtu = 9, Pahing = 4). Angka 13 memang sering dianggap angka sial di berbagai budaya, tetapi dalam primbon Jawa, justru angka ini menyimpan kekuatan daya tahan luar biasa.

Pemilik weton Sabtu Pahing biasanya dikenal sebagai sosok pekerja keras, pantang menyerah, dan selalu bangkit meski berkali-kali jatuh. Mereka ibarat batu karang yang tidak mudah hancur diterpa ombak.

Keistimewaan Sabtu Pahing:

  • Kebal terhadap kemiskinan: Sekalipun pernah jatuh miskin, mereka selalu punya jalan untuk bangkit kembali.

  • Mental baja: Orang Sabtu Pahing tidak mudah menyerah. Semakin ditekan, semakin kuat pula mereka berdiri.

  • Aura wibawa alami: Dalam pergaulan, mereka sering disegani karena ketegasannya.

Dalam kisah mistis Jawa, Sabtu Pahing sering disebut memiliki tameng gaib yang membuat hidupnya jarang sekali hancur total. Ada saja tangan semesta yang menolong.

4. Selasa Pon 

Selasa Pon memiliki neptu 10 (Selasa = 3, Pon = 7). Neptu ini dipercaya melambangkan kekuatan pikiran dan wibawa alami. Orang Selasa Pon cenderung lahir dengan karisma yang kuat, sehingga banyak orang menghormatinya meski tanpa diminta.

Mereka juga dikenal memiliki daya spiritual tinggi yang membuat rezeki mudah mengalir. Tak hanya itu, Selasa Pon kerap dihubungkan dengan kepemimpinan alamiah.

Keistimewaan Selasa Pon:

  • Karisma tinggi: Sering kali tanpa disadari, orang lain segan dan hormat pada mereka.

  • Rezeki lancar: Jalan hidup mereka jarang benar-benar buntu. Ketika pintu tertutup, akan selalu ada jendela terbuka.

  • Perlindungan leluhur: Banyak kepercayaan Jawa menyebut Selasa Pon kerap dijaga oleh roh leluhur yang kuat.

Karena itu, orang yang lahir pada Selasa Pon sering berhasil menjadi tokoh panutan di lingkungannya.

5. Kamis Wage 

Kamis Wage memiliki neptu 11 (Kamis = 8, Wage = 3). Angka 11 dalam budaya Jawa disebut sebagai angka penjaga keseimbangan. Mereka yang lahir di bawah weton ini biasanya memiliki kemampuan menata hidup dengan baik, sehingga jarang terjerumus dalam kesialan besar.

Keistimewaan Kamis Wage:

  • Penjaga harmoni: Mereka selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja.

  • Rezeki stabil: Meski tidak selalu berlimpah, rezeki mereka jarang benar-benar habis. Selalu ada cukup untuk bertahan.

  • Ketenangan batin: Kamis Wage dikenal memiliki hati yang tenang sehingga mampu menghadapi masalah dengan kepala dingin.

Tak mengherankan, Kamis Wage disebut sebagai salah satu weton yang paling aman hidupnya, dijauhkan dari keburukan dan diberi kecukupan sepanjang hayat.

Lima weton di atas—Rabu Legi, Jumat Kliwon, Sabtu Pahing, Selasa Pon, dan Kamis Wage—adalah contoh bagaimana budaya Jawa mengajarkan kita melihat kehidupan dengan perspektif spiritual. Mereka yang lahir di bawah weton ini diyakini membawa perlindungan gaib dan jarang sekali terpuruk dalam kesialan.

Namun, perlu diingat bahwa weton bukanlah takdir mutlak. Ia hanyalah peta jalan, sedangkan langkah ada pada diri kita. Banyak orang sakti mandraguna bukan hanya mengandalkan wetonnya, tetapi juga menjaga laku hidup: rajin berdoa, menghormati leluhur, dan menjauhi keserakahan.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho