← Beranda

Hati-hati! 5 Weton Paling Sakral yang Pantang Dihina, Bisa Membawa Malapetaka Seumur Hidup

Aulia RahmiKamis, 21 Agustus 2025 | 22.42 WIB
Ilustrasi weton sakral yang pantang dihina (freepik)

 

JawaPos.com - Dalam ajaran Primbon Jawa, weton bukan sekadar penanda tanggal lahir.

Mereka diyakini membawa watak, jalan hidup, hingga aura spiritual yang memengaruhi kehidupan seseorang.

Beberapa weton tertentu bahkan disebut memiliki kekuatan batin istimewa yang membuat mereka terlindungi dari niat buruk orang lain.

Aura ini bekerja layaknya pantulan energi, sehingga setiap hinaan atau perbuatan jahat yang ditujukan pada mereka justru bisa kembali kepada pelakunya dalam bentuk malapetaka.

Fenomena ini kerap dianggap sebagai “tulah” atau balasan dari semesta.

Bukan karena orang tersebut membalas dengan amarah atau ilmu gaib, melainkan karena mereka memang dilahirkan dengan daya perlindungan khusus.

Maka tidak heran jika dalam kehidupan sehari-hari, orang yang meremehkan atau menghina mereka justru berakhir dengan kesialan, usaha bangkrut, hingga sakit tanpa sebab medis yang jelas.

Berikut lima weton yang dikenal paling sakral dan pantang dihina menurut Primbon Jawa dirangkum dari YouTube NGAOS JAWA pada Kamis (21/08).

1. Kamis Legi: Ketulusan yang Jadi Kekuatan

Orang yang lahir di Kamis Legi dikenal berhati lembut, penuh ketulusan, dan memiliki kesabaran yang luar biasa.

Mereka sering disalahartikan sebagai pribadi yang lemah karena lebih memilih diam saat diperlakukan tidak adil.

Padahal, dalam Primbon Jawa, neptu Kamis Legi mengandung beban karma leluhur yang menjadikannya perantara pembersih energi negatif.

Semakin mereka disakiti, semakin kuat pula perlindungan semesta yang bekerja untuk mereka.

Ketulusan Kamis Legi ini ibarat pedang bermata dua. Saat dihormati, mereka membawa keteduhan bagi sekitarnya.

Namun jika dihina, energinya berubah menjadi daya balas yang tidak terlihat.

Balasan tersebut kerap hadir dalam bentuk kebingungan hidup, keretakan rumah tangga, atau kesialan bertubi-tubi bagi orang yang meremehkannya.

Semesta seakan menjaga mereka yang sabar agar tidak pernah benar-benar kalah.

Dalam kehidupan sehari-hari, aura Kamis Legi memancarkan ketenangan yang menenangkan orang lain, bahkan hewan dan anak kecil.

Mereka bukan pribadi yang suka balas dendam, melainkan sosok yang percaya bahwa orang jahat akan hancur oleh perbuatannya sendiri.

Oleh karena itu, menghormati Kamis Legi sama saja dengan menjaga hubungan baik dengan semesta.

2. Selasa Pon: Cermin Batin yang Memantul

Selasa Pon dikenal sebagai weton dengan karakter lurus, jujur, dan tegas. Neptu mereka berjumlah 10, angka yang stabil dan melambangkan keseimbangan batin.

Orang dengan weton ini kerap dianggap blak-blakan, tetapi justru kejujurannya itulah yang menjadi kekuatan utama.

Mereka memiliki daya cermin batin yang membuat segala niat buruk yang diarahkan pada mereka kembali kepada pelakunya.

Ketika seseorang menghina atau menzalimi orang Selasa Pon, ia seakan sedang bercermin pada kaca bening.

Niat buruk yang dilemparkan tidak hilang, melainkan dipantulkan kembali dengan dampak yang lebih besar.

Banyak kisah nyata yang menunjukkan orang yang meremehkan Selasa Pon akhirnya terjerat kesialan, mulai dari usaha yang gagal hingga hubungan yang berantakan.

Semuanya terjadi tanpa mereka perlu membalas dengan amarah. Orang Selasa Pon tidak suka drama dan jarang memperlihatkan luka.

Namun dalam diamnya, energi spiritual mereka bekerja secara alami. Karena itu, siapa pun yang berurusan dengan mereka sebaiknya menjaga sikap.

Sebab, sekali saja melukai batin mereka, semesta akan mengembalikan energi negatif itu dalam bentuk pelajaran hidup yang berat.

3. Sabtu Kliwon: Dijaga Energi Leluhur

Sabtu Kliwon dianggap sebagai salah satu weton paling sakral dalam Primbon Jawa.

Neptunya berjumlah 17, angka tinggi yang melambangkan kekuatan batin, keberanian, sekaligus perlindungan gaib.

Orang yang lahir pada hari ini dipercaya memiliki hubungan erat dengan leluhur mereka, sehingga hidupnya selalu diiringi penjaga dari alam tak kasat mata.

Kisah tentang weton ini banyak beredar di masyarakat Jawa.

Sering kali, orang yang meremehkan atau menyakiti Sabtu Kliwon justru terkena balasan berupa sakit, mimpi buruk, hingga gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, balasan ini tidak datang dari amarah mereka, melainkan dari leluhur yang merasa tidak terima keturunannya diperlakukan dengan buruk.

Orang Sabtu Kliwon biasanya hidup sederhana dan tidak suka menonjolkan diri.

Namun, mereka memiliki aura diam yang dalam. Saat disakiti, mereka memilih menjauh, dan anehnya orang yang menyakitinya justru mulai ditimpa masalah.

Karena itu, menghormati orang Sabtu Kliwon sama saja dengan menghormati kekuatan leluhur yang mendampinginya.

4. Rabu Pahing: Pantulan Energi Batin

Rabu Pahing adalah weton dengan total neptu 16, angka tinggi yang melambangkan kedalaman spiritual.

Orang dengan weton ini dikenal pendiam, bijaksana, dan lebih suka menahan diri saat disakiti. Namun, diamnya bukan kelemahan, melainkan doa yang tak terdengar.

Energi batin mereka bekerja memantulkan kembali niat buruk kepada pelakunya.

Kekuatan Rabu Pahing sering kali tidak terlihat secara kasat mata.

Mereka tampak biasa saja, tidak menonjol, bahkan tidak menyadari bahwa semesta menjaga mereka dengan energi yang begitu kuat.

Saat difitnah atau dihina, mereka memilih mengalah. Namun, dalam waktu yang tidak lama, orang yang menyakiti mereka sering mengalami kesialan, seperti rezeki seret, kehilangan pekerjaan, atau gelisah tanpa sebab.

Keikhlasan adalah kunci kekuatan Rabu Pahing. Karena mereka tidak pernah berniat membalas, semesta justru bergerak lebih cepat untuk menegakkan keadilan.

Itulah mengapa siapa pun yang mengenal orang dengan weton ini sebaiknya menjaga ucapannya.

Sekali saja melukai hati mereka, sama artinya membuka pintu karma untuk diri sendiri.

5. Jumat Wage: Dilindungi Energi Alam Gaib

Jumat Wage dikenal memiliki koneksi khusus dengan energi alam gaib. Neptunya berjumlah 10, angka sederhana tetapi penuh makna spiritual.

Orang yang lahir pada hari ini dipercaya membawa pelindung alami yang tidak hanya berasal dari leluhur, tetapi juga dari unsur alam seperti pohon, sungai, atau gunung keramat.

Mereka dikenal berhati tulus, hidup sederhana, dan tidak suka menonjolkan diri.

Namun, siapa pun yang berniat buruk terhadap mereka biasanya akan mendapat balasan dari alam.

Gangguan yang muncul sering kali berbentuk kejadian aneh, seperti usaha yang tiba-tiba sepi, rumah yang terasa panas, atau tubuh yang mendadak sakit tanpa sebab medis.

Semua itu diyakini sebagai peringatan dari energi alam yang menjaga mereka.

Orang Jumat Wage ibarat akar kehidupan yang diam tetapi menopang banyak hal.

Mereka bukan pribadi yang suka menuntut dihormati, namun kehadirannya membawa keseimbangan.

Karena itu, meremehkan mereka sama saja dengan menantang energi alam yang melindunginya.

Dan sekali energi itu terganggu, balasannya bisa berlangsung seumur hidup.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti