JawaPos.com – Primbon Jawa mengungkap ada beberapa weton yang diyakini memiliki anugerah mata batin sehingga mampu menembus dimensi gaib.
Weton ini disebut memiliki kepekaan tinggi terhadap energi tak kasatmata yang sulit dipahami orang kebanyakan.
Dalam ajaran Primbon Jawa, kombinasi hari dan pasaran tertentu dipercaya membuka pintu kekuatan spiritual dan dunia gaib.
Jika kamu penasaran weton mana saja yang diramal memiliki mata batin tajam dan kedekatan dengan dimensi gaib, inilah pembahasannya.
Dikutip dari akun YouTube Panggilan Leluhur pada Rabu (13/8), dijelaskan bahwa ada sepuluh weton pemilik mata batin yang menembus dimensi gaib menurut primbon jawa.
Baca Juga: Selalu Selamat! 5 Weton Ini Jauh dari Kesialan dan Kemiskinan Kata Primbon Jawa
- Minggu Wage
Pemilik weton Minggu Wage memiliki neptu berjumlah 9, yang terdiri dari hari Minggu bernilai 5 dan pasaran Wage bernilai 4.
Mereka terkenal sebagai sosok pengamat yang lebih suka menyimak sebelum memberikan pendapat, membuat mereka bijaksana dan sering dijadikan tempat konsultasi.
Ketika merasa ada ketidakbenaran, mereka tidak ragu menunjukkan ketegasan dan kejujuran meski harus berseberangan dengan banyak orang.
Ketenangan yang memancar dari pribadi mereka membawa kewibawaan alami, sehingga tanpa banyak bicara pun sudah mendapat penghormatan dari orang lain.
Baca Juga: 6 Shio Diprediksi Akan Menerima Aliran Rezeki yang Membawa Kesuksesan Tanpa Diduga
- Senin Pon
Weton Senin Pon memiliki neptu sejumlah 11, yang berasal dari hari Senin bernilai 4 dan pasaran Pon bernilai 7.
Mereka dikenal sebagai pribadi berhati lembut yang mudah tersentuh penderitaan sesama, namun tidak mudah dimanfaatkan karena memiliki kematangan berpikir.
Sebagai tipe pemikir dan perencana, mereka selalu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap keputusan yang dibuat.
Ketenangan yang dimiliki bukan kekosongan, melainkan penuh ketegasan dan pengaruh yang mendalam, membuat orang merasa nyaman berada di dekat mereka.
- Selasa Kliwon
Pemilik weton Selasa Kliwon memiliki neptu berjumlah 11, terdiri dari hari Selasa bernilai 3 dan pasaran Kliwon bernilai 8.
Mereka dikenal sebagai pribadi apa adanya yang tidak suka berbasa-basi, mengedepankan kejujuran dan ketegasan dalam setiap tindakan.
Kemampuan menghadapi tantangan menjadi kekuatan utama mereka, tidak menghindari masalah melainkan menghadapinya dengan perhitungan logis.
Di balik sikap keras dan tegas, tersimpan ketenangan dan kepekaan spiritual yang memungkinkan mereka membaca situasi dengan akurat.
- Selasa Pahing
Weton Selasa Pahing memiliki neptu sejumlah 12, berasal dari hari Selasa bernilai 3 dan pasaran Pahing bernilai 9.
Mereka terkenal sebagai pribadi tegas dengan pendirian kuat yang tidak mudah diubah, karena setiap keputusan telah dipikirkan dengan matang.
Karisma alami yang dimiliki memungkinkan mereka mempengaruhi lingkungan sekitar tanpa harus bersuara keras.
Dalam tradisi Jawa, pemilik weton ini memiliki aura yang dihormati di alam halus, sehingga jarang mengalami gangguan supernatural berkat perlindungan energi yang kuat.
- Senin Wage
Pemilik weton Senin Wage memiliki neptu sejumlah 8, terdiri dari hari Senin bernilai 4 dan pasaran Wage bernilai 4.
Mereka dikenal sangat sensitif terhadap perasaan orang lain, dengan kelembutan yang bukan kelemahan melainkan kemampuan merasakan luka hati sesama.
Kepekaan tinggi terhadap suasana dan aura membuat mereka dapat merasakan perubahan energi di lingkungan sekitar.
Kemampuan menangkap getaran halus ini terhubung dengan dimensi spiritual, memberikan firasat kuat yang sering terbukti secara tidak terduga.
- Jumat Wage
Weton Jumat Wage memiliki neptu berjumlah 10, berasal dari hari Jumat bernilai 6 dan pasaran Wage bernilai 4.
Mereka dikenal dengan sebutan "wong alon nanging waskito" yang berarti orang lamban dalam tutur kata namun tajam dalam intuisi.
Keheningan bagi mereka adalah ruang perenungan yang memungkinkan kepekaan batin bekerja dengan optimal.
Berada di bawah naungan lintang Magelut, mereka memiliki kemampuan menangkap aura dan getaran orang lain serta membedakan kejujuran dari kepura-puraan.
- Jumat Kliwon
Pemilik weton Jumat Kliwon memiliki neptu sejumlah 14, terdiri dari hari Jumat bernilai 6 dan pasaran Kliwon bernilai 8.
Mereka dikenal sebagai pribadi tenang dan sabar yang mampu memaafkan tanpa menyimpan dendam, menghadirkan kenyamanan dengan kehadiran mereka.
Dalam tradisi Jawa, mereka dinaungi cakra Ajabumi dan cakra Mahkota Langit yang berkaitan dengan kesadaran spiritual tinggi.
Kemampuan sebagai penyaring energi negatif memungkinkan mereka mengubah kekacauan menjadi kedamaian dan energi positif.
- Jumat Pon
Weton Jumat Pon memiliki neptu sejumlah 13, berasal dari hari Jumat bernilai 6 dan pasaran Pon bernilai 7.
Mereka memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama dan tidak tinggal diam saat melihat penderitaan di sekitar mereka.
Kejujuran apa adanya dan ketidaksukaan berpura-pura membuat mereka terlihat sederhana namun berwibawa.
Hubungan kuat dengan leluhur melalui mimpi dan isyarat spiritual memberikan mereka kemampuan membaca suasana melalui getaran dan kepekaan alami.
- Sabtu Kliwon
Pemilik weton Sabtu Kliwon memiliki neptu tertinggi sejumlah 17, gabungan hari Sabtu bernilai 9 dan pasaran Kliwon bernilai 8.
Berada di bawah pengaruh lintang Pangelangan, mereka menjadi simbol kekuatan tak terlihat dan penjaga warisan ilmu spiritual tingkat tinggi.
Sebagai pemegang cakra Mahkota Bumi dan cakra Mahkota Langit, mereka dikenal pendiam namun memiliki aura karismatik yang sulit dijelaskan.
Dalam tradisi Jawa, mereka disebut sebagai "pini sepuh" atau pemimpin spiritual yang diakui semesta karena energi dan kewaspadaan mereka.
- Rabu Kliwon
Weton Rabu Kliwon memiliki neptu sejumlah 15, terdiri dari hari Rabu bernilai 7 dan pasaran Kliwon bernilai 8.
Mereka dikenal sebagai sosok lembut dalam bertindak, dengan sifat ini merupakan pancaran alami dari energi spiritual yang suci.
Kehadiran mereka secara natural membawa aura ketenangan yang jarang dimiliki orang lain, membuat suasana menjadi lebih ringan dan sejuk.
Dalam istilah Jawa disebut "pengayom roso" atau pelindung rasa, mereka memiliki kemampuan menyeimbangkan logika dengan kepekaan spiritual untuk membedakan ketulusan dari kepalsuan.