← Beranda

10 Weton Kesayangan Dewi Sri yang Diprediksi Hidup Berlimpah Rezeki Sepanjang 2025, Menurut Ramalan Primbon Jawa

Mellyna Putri DiniarMinggu, 10 Agustus 2025 | 16.20 WIB
Ilustrasi Dewi kemakmuran yang menaungi weton pilihan dalam primbon Jawa.

 

JawaPos.com – Dalam kepercayaan Jawa, Dewi Sri dikenal sebagai simbol kesuburan, kemakmuran, dan keberkahan. Sosoknya sering digambarkan membawa kehidupan harmonis, rezeki berlimpah, serta kebahagiaan bagi siapa pun yang mendapat restunya. 

Tidak heran jika banyak orang meyakini bahwa mereka yang disayangi Dewi Sri akan menjalani hidup yang lebih mudah dan penuh berkah.

Menurut primbon Jawa, restu Dewi Sri tidak diberikan secara acak. Ada kombinasi tertentu antara hari kelahiran dan pasaran Jawa—disebut weton—yang dipercaya membawa keberuntungan luar biasa. 

Orang dengan weton ini diyakini memiliki kecukupan dalam hidup, menjadi sumber kebaikan, dan memancarkan pengaruh positif ke sekitarnya.

Baca Juga: 10 Keistimewaan Luar Biasa Weton Wage Menurut Primbon Jawa yang Jarang Terungkap ke Publik

Dilansir dari YouTube Ilmu Kejawen, Minggu (10/8), berikut adalah sepuluh weton yang disebut sebagai kesayangan Dewi Sri pada tahun 2025, yang dipercaya akan menjalani kehidupan penuh berkah, baik dari segi rezeki, kebahagiaan, maupun hubungan sosial.

1. Senin Legi: Pembawa Kedamaian

Weton Senin Legi dipercaya memiliki aura damai yang menenangkan. Mereka mampu menciptakan suasana harmonis di mana pun berada, menjadi penengah yang efektif, dan memancarkan ketenangan batin. 

Kehadirannya dianggap membawa keberuntungan, bukan hanya secara materi, tetapi juga ketentraman bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: 10 Weton Paling Tajir! Hidupnya Penuh Kemakmuran Finansial Kata Primbon Jawa

2. Kamis Pon: Pemimpin Bijaksana

Weton Kamis Pon kerap dikaitkan dengan jiwa kepemimpinan dan kebijaksanaan. 

Mereka mampu mengambil keputusan strategis, memanfaatkan peluang, dan menjaga stabilitas finansial. Karisma mereka membuat banyak orang percaya pada arahan yang diberikan.

3. Kamis Pahing: Kreatif dan Visioner

Individu yang lahir pada Kamis Pahing dikenal kreatif dan mampu melihat peluang dari berbagai sudut pandang. Restu Dewi Sri diyakini selalu menyertai langkah mereka, membuat setiap usaha yang dijalani berbuah manis.

4. Kamis Wage: Pelopor Perubahan

Mereka yang berweton Kamis Wage sering menjadi penggerak kemajuan. Semangatnya menular, mendorong orang lain untuk mengikuti jejaknya. Keberkahan yang dimiliki membuat langkah mereka membawa kemakmuran bagi banyak pihak.

5. Selasa Pon: Ahli Strategi

Weton Selasa Pon dikenal dengan kemampuan merencanakan masa depan secara matang. Mereka tidak takut mengambil risiko dan memiliki tekad kuat untuk mencapai tujuan. Keberanian ini sering kali membuka jalan menuju kesuksesan besar.

6. Senin Pon: Dermawan Penuh Ketulusan

Orang yang lahir pada Senin Pon dikenal tulus dan gemar membantu tanpa pamrih. Sikap dermawan ini membuat mereka disayangi banyak orang dan dipercaya membawa keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.

7. Jumat Pahing: Karakter Kuat dan Berwibawa

Weton Jumat Pahing identik dengan keteguhan hati dan integritas tinggi. Karakter mereka membuatnya dihormati, sekaligus menjadi teladan yang mampu menginspirasi banyak orang.

8. Jumat Kliwon: Penjaga Kedamaian

Individu dengan Jumat Kliwon sering berperan sebagai penengah yang menenangkan. Mereka membawa harmoni, mengurangi konflik, dan dipercaya memiliki keberuntungan yang datang secara tak terduga.

9. Sabtu Legi: Pembawa Optimisme

Mereka yang lahir pada Sabtu Legi memiliki energi positif yang memotivasi banyak orang. Sikap optimistis membuat mereka mampu melihat sisi terang dari setiap tantangan.

10. Minggu Wage: Hati Lembut dan Sosial

Weton Minggu Wage dikenal karena kelembutan hati dan kemampuan membangun hubungan sosial yang harmonis. Kehadirannya membawa kenyamanan dan kehangatan bagi banyak orang.

Dalam kepercayaan Jawa, keberuntungan dari Dewi Sri adalah anugerah yang harus dijaga. Meski primbon menyebut 10 weton ini akan menjalani 2025 dengan penuh rezeki dan kebahagiaan, kunci utama tetap terletak pada usaha, sikap positif, dan rasa syukur. 

Dengan memanfaatkan potensi diri dan menjaga hubungan baik dengan sesama, keberkahan yang ada dapat berkembang menjadi kebahagiaan yang berkelanjutan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho