← Beranda

5 Weton yang Konon Paling Disukai Khodam Sakti, Menurut Primbon Jawa: Warisan Mistik Leluhur yang Masih Diperbincangkan

Zulfa Putri HardiyatiRabu, 18 Juni 2025 | 17.25 WIB
Ilustrasi sakti (teksomolika/freepik)

 

JawaPos.com - Dalam kekayaan budaya spiritual Jawa, weton atau hari kelahiran seseorang diyakini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar tanggal lahir.

Weton disebut-sebut mampu mengungkap karakter, keberuntungan, hingga keterkaitan seseorang dengan dunia spiritual.

Salah satu kepercayaan yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Jawa hingga kini adalah adanya khodam, makhluk gaib yang diyakini mendampingi dan memberikan kekuatan tertentu kepada manusia.

Menurut kanal YouTube Primbon Cirebon, ada lima weton yang konon paling disukai oleh khodam sakti, menjadikan pemiliknya memiliki potensi spiritual yang kuat dan kekuatan batin yang luar biasa.

Kelima weton ini disebutkan berdasarkan perpaduan antara hari dan pasaran Jawa, yang jika digabungkan membentuk neptu tertentu.

Neptu inilah yang dipercaya mempengaruhi aura spiritual seseorang dan daya tariknya terhadap kekuatan gaib. Berikut lima weton yang disebut dalam Primbon Jawa sebagai paling disukai oleh khodam sakti:

1. Sabtu Kliwon (Neptu 17)

Sabtu memiliki nilai 9, sementara pasaran Kliwon bernilai 8. Total neptu 17 ini dianggap sebagai kombinasi dari segel “cakra mahkota bumi” dan “cakra mahkota langit”.

Perpaduan tersebut diyakini menciptakan kekuatan spiritual yang sangat besar. Orang yang lahir pada weton Sabtu Kliwon dipercaya memiliki daya batin tinggi dan sering kali menunjukkan ketertarikan pada ilmu kebatinan, meditasi, atau spiritualitas.

Tak heran jika weton ini disebut paling disukai khodam sakti.

2. Jumat Kliwon (Neptu 14)

Dengan neptu gabungan antara Jumat (6) dan Kliwon (8), Jumat Kliwon disebut sebagai hari sakral dalam tradisi Jawa. Hari ini dipercaya sebagai waktu yang baik untuk melakukan ritual atau laku batin.

Orang yang lahir di weton ini disebut sebagai pribadi yang ambisius namun tenang, dan memiliki daya spiritual yang tinggi. Karena sifatnya yang seimbang antara ilmu dan rasa, khodam sakti dipercaya tertarik untuk mendampinginya.

3. Rabu Kliwon (Neptu 15)

Rabu (7) berpadu dengan Kliwon (8), membentuk neptu 15 yang disebut-sebut membawa kombinasi kekuatan cakra jantung bumi dan mahkota langit.

Orang dengan weton ini disebut memiliki keseimbangan antara pikiran dan perasaan, serta mudah terhubung dengan energi tak kasat mata.

Dalam budaya spiritual Jawa, Rabu Kliwon termasuk hari yang kuat untuk aktivitas meditasi atau tirakat, menjadikan weton ini istimewa di mata khodam.

4. Minggu Pon (Neptu 12)

Weton ini lahir dari kombinasi Minggu (5) dan Pon (7). Dikenal memiliki sifat tenang, berwibawa, dan senang menyendiri, orang yang lahir di Minggu Pon kerap tertarik pada hal-hal mistis sejak usia muda.

Mereka disebut sebagai pribadi yang intuitif dan peka terhadap dunia gaib. Oleh karena itu, weton ini disebut dalam Primbon Jawa Kuno sebagai salah satu yang paling disukai oleh khodam sakti.

5. Rabu Pon (Neptu 14)

Terakhir, Rabu Pon dengan neptu 14 dipercaya membawa perpaduan energi dari cakra jantung bumi dan dasar langit. Pemilik weton ini disebut sebagai pengayom, bijaksana, serta memiliki aura ketenangan yang kuat.

Dengan jiwa kepemimpinan alami dan kasih sayang tinggi, mereka menarik kehadiran khodam pelindung yang menyukai ketegasan dan kebijaksanaan.

Walau banyak yang masih mempercayai ajaran primbon dan kekuatan khodam dalam budaya Jawa, penting untuk diingat bahwa semua kepercayaan ini merupakan bagian dari warisan budaya leluhur yang tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya patokan dalam menjalani hidup.

Dalam konteks modern, weton lebih sering dianggap sebagai simbol introspeksi diri dan panduan spiritual ketimbang nasib yang tak bisa diubah.

Kepercayaan pada khodam atau kekuatan mistis lainnya harus disikapi dengan bijak dan tidak dijadikan dasar dalam membuat keputusan besar dalam hidup. Pada akhirnya, usaha, etika, dan doa tetap menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan dan keberhasilan hidup.

EDITOR: Novia Tri Astuti