JawaPos.com - Setiap orang yang lahir dengan weton tertentu diyakini memiliki garis nasib dan kecocokan jodoh yang berbeda menurut primbon Jawa. Salah satu weton yang menarik untuk dibahas adalah Jumat Kliwon.
Dalam ilmu titen atau perhitungan Jawa, weton ini memiliki karakter khas dan pengaruh besar terhadap perjalanan asmara maupun rumah tangga seseorang.
Menurut salah satu video mengenai jodoh weton dalam kanal youtube Sabdaning Ratu, Jumat Kliwon memiliki neptu 14.
Ketika dipertemukan dengan weton Minggu Kliwon yang neptunya 13, totalnya menjadi 27.
Baca Juga: Google Ubah Logo 'G' Setelah Satu Dekade, Kini Pakai Gradasi Warna Lembut Tanpa Batas Tegas
Menurut Sabda Ning Ratu, angka 27 ini masih tergolong hitungan baik, meskipun bukan yang terbaik (hitungan paling bagus adalah 23).
Dalam kombinasi ini, kedua pasangan akan memiliki kemudahan dalam mencari rezeki, atau dalam istilah Jawa disebut "biso golek sandang pangan."
Namun, meskipun rezeki mudah didapatkan, ada tantangan yang perlu diwaspadai. Kedua pasangan yang sama-sama memiliki pasaran Kliwon cenderung punya nafsu atau keinginan yang besar. Akibatnya, uang yang masuk bisa cepat keluar, karena masing-masing ingin ini dan itu.
Baca Juga: 4 Shio Berpeluang Meraih Mahkota Kesuksesan di Bulan Juni 2025
Apalagi karakter Kliwon yang bukan tipe orang pelit, makin mempercepat aliran rezeki ke luar dompet.
Untungnya, garis nasib antara Jumat Kliwon dan Minggu Kliwon cukup serasi. Yang satu pandai mencari uang, yang lain pandai menyimpannya.
Artinya, selama komunikasi dan pengelolaan keuangan dijalankan dengan bijak, kehidupan rumah tangga mereka bisa berjalan harmonis dan sejahtera.
Bahkan dari sisi karakter, Jumat dikenal sebagai pribadi jujur dan dewasa, meski kadang mudah terbawa arus.
Pasangannya pun bisa menjadi penyeimbang, asalkan keduanya mampu menahan nafsu dan keinginan yang berlebihan.
Sebagai penutup, bila kamu atau pasanganmu memiliki weton Jumat Kliwon, jangan langsung percaya atau khawatir dengan hitungan primbon ini.
Anggap saja sebagai bahan introspeksi dan bekal menghadapi kehidupan berumah tangga.
Toh, pada akhirnya, semua kembali pada niat, komunikasi, dan usaha bersama.
Ilmu titen ini bukan untuk dipercaya mutlak, melainkan untuk dipelajari sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan.