← Beranda

Mengenal Watak 12 Bulan Jawa Menurut Primbon, Bisa Jadi Pedoman untuk Menyusun Rencana Hidup

Intan PuspitasariJumat, 2 Mei 2025 | 19.03 WIB
Watak 12 Bulan Jawa Menurut Primbon, Bisa Jadi Pedoman untuk Menyusun Rencana Hidup (Freepik)

 

JawaPos.com - Dalam kehidupan masyarakat Jawa, banyak hal yang didasarkan pada hitungan dan petunjuk dari primbon. Salah satunya adalah keyakinan terhadap watak atau sifat setiap bulan dalam kalender Jawa.

Bukan sekadar penanggalan biasa, bulan-bulan dalam kalender Jawa diyakini memiliki pengaruh tersendiri terhadap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia. Mulai dari kelancaran rezeki, kesehatan, hingga keberhasilan hajatan, semua bisa dipertimbangkan berdasarkan watak bulanan ini.

Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal Youtube Sabdaning Ratu, terdapat dua belas bulan dalam kalender Jawa yang masing-masing punya karakter atau sifat tersendiri. Berikut adalah daftar lengkapnya:

Daftar Watak 12 Bulan Jawa Menurut Primbon:

Baca Juga: TOP 3 Weton Derajat Tinggi Bakal Jadi Penguasa Rezeki, Sosoknya juga Disegani dan Dihormati Menurut Primbon Jawa

  1. Bulan Sura (Muharram), Watak: Hera Heru

Artinya bulan yang rawan kecelakaan dan musibah. Tidak disarankan mengadakan hajatan atau acara besar.

  1. Bulan Safar, Watak: Becike Samudya

Artinya wataknya setengah baik dan setengah buruk. Cocok untuk pindah rumah, tapi tidak dianjurkan untuk pernikahan.

  1. Bulan Mulud (Rabiul Awal), Watak: Apesan lan Garingan

Artinya banyak kemalangan dan orang sakit. Diperlukan kewaspadaan ekstra.

  1. Bulan Bakda Mulud (Rabiul Akhir), Watak: Selamet Samubarang Gawe

Artinya selamat dalam segala hal. Baik untuk memulai usaha atau kegiatan penting.

  1. Bulan Jumadil Awal, Watak: Geringan Ganti-ganti

Artinya banyak orang sakit yang sembuh dan sakit kembali. Jaga kesehatan sangat dianjurkan.

  1. Bulan Jumadil Akhir, Watak: Rahmating Wong Tua

Artinya bulan penuh rahmat dari para leluhur. Cocok untuk pernikahan atau kegiatan keluarga.

  1. Bulan Rejeb (Rajab), Watak: Akeh Perkara

Artinya banyak masalah atau konflik bisa terjadi. Perlu meningkatkan kesabaran dan kehati-hatian.

  1. Bulan Ruwah (Sya'ban):

    Watak: Rahayu lan Selamat Nanging yen Wes Tiba Bakal Kasusahan. Artinya bulan penuh keselamatan, namun jika sudah jatuh, sulit bangkit kembali.

  2. Bulan Poso (Ramadhan), Watak: Saloka lan Rejeki
    Artinya bulan penuh keberkahan dan rezeki melimpah. Baik untuk beribadah dan berbagi.

  3. Bulan Syawal, Watak: Akeh Sedya Ala

Artinya banyak niat jahat atau hasrat negatif. Tidak baik untuk mengadakan hajatan besar.

  1. Bulan Dzulkaidah (Sela), Watak: Kinasihan Sedulur

Artinya banyak kasih sayang dari orang sekitar, namun bisa juga pertanda sedang dalam kesulitan.

  1. Bulan Besar (Dzulhijjah), Watak: Utomo Wedi tur Slamet

Artinya bulan yang utama dan membawa keselamatan. Baik untuk pernikahan, pindah rumah, dan acara penting lainnya.

Baca Juga: TOP 3 Shio yang Berada di Jalur Hidup Paling Menguntungkan pada Bulan Mei 2025, Menurut Astrologi Tiongkok!

Setiap bulan memiliki keunikan sendiri. Ada yang membawa rezeki, ada yang rawan penyakit, dan ada pula yang disarankan sebagai waktu terbaik untuk hajatan. Pemahaman tentang watak bulan ini bukan untuk menakuti, tetapi lebih sebagai panduan dalam menyusun rencana agar hasilnya lebih optimal dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Menariknya, pemahaman tentang watak bulan ini masih dipelihara oleh sebagian masyarakat sebagai bentuk pelestarian budaya dan kearifan lokal. Meski tidak semua orang percaya 100 persen, namun mengambil sisi positif dari ajaran primbon seperti ini tetap bisa menjadi bekal bijak dalam menjalani hidup.

Pada akhirnya, semua kembali pada keyakinan masing-masing. Primbon hanyalah sarana untuk membaca kemungkinan, bukan penentu mutlak. Namun jika bisa menjadi panduan untuk lebih berhati-hati dan bijaksana, mengapa tidak kita pertimbangkan? Selalu ambil sisi baiknya, dan jalani hidup dengan penuh perhitungan serta kesadaran. Karena setiap keputusan tetap berada di tangan kita sendiri, bukan pada bulan atau waktu.

EDITOR: Novia Tri Astuti