← Beranda

Weton-Weton Ini Paling Ditakuti Saat Marah, Fakta atau Mitos?

Intan PuspitasariKamis, 6 Maret 2025 | 23.41 WIB
Ilustrasi orang yang masih gampang marah dan emosi meski sedang menjalani puasa Ramadhan (Freepik)

JawaPos.com - Dalam budaya Jawa, weton sering dijadikan acuan untuk menilai karakter seseorang, termasuk bagaimana mereka bereaksi saat marah.

Beberapa weton disebut memiliki sifat yang lebih mengerikan ketika sedang emosi, seperti Senin Wage, Selasa Legi, dan Minggu Wage. 

Namun, benarkah anggapan ini? Ataukah ini hanya sekadar mitos yang berkembang di masyarakat?

Menurut kanal Youtube Filosofi Jawa, berikut weton-weton yang dipercaya sangat ditakuti ketika marah. 

Baca Juga: Deco Klaim Lamine Yamal, Ansu Fati, dan Raphinha Sudah Setujui Perpanjangan Kontrak di Barcelona

1. Senin Wage

Orang yang lahir di weton Senin Wage dikenal sebagai pribadi yang setia dan suka menolong. Namun, jika mereka marah, emosi mereka bisa sulit dikendalikan. Mereka cenderung mudah gelap mata dan sulit berpikir jernih ketika sudah tersulut amarah. 

Akan tetapi, ini bukan berarti mereka selalu seperti itu. Sifat seseorang tetap dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman hidup mereka.

Banyak dari weton ini juga tidak mudah marah, namun sekalinya marah itu berarti memang ada masalah yang serius. 

2. Selasa Legi

Weton ini dianggap memiliki unsur api, yang membuat mereka lebih mudah terbakar emosinya. Ketika marah, mereka bisa berkata-kata tajam tanpa memikirkan perasaan orang lain. 

Meski begitu, mereka juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan mudah memaafkan. Jadi, tidak semua pemilik weton Selasa Legi selalu memiliki kemarahan yang mengerikan. Apalagi Ia berada di lingkungan yang tepat dan suportif kepadanya. 

3. Minggu Wage

Dikenal sebagai salah satu weton yang paling sabar, pemilik weton ini jarang marah. Namun, jika sudah melewati batas kesabaran, mereka bisa menjadi sangat mengerikan.

Ada anggapan bahwa mereka bisa melakukan hal-hal di luar dugaan saat marah. 

Tetapi, kembali lagi, ini hanyalah kepercayaan yang tidak selalu benar bagi setiap individu. Selagi Ia berada di lingkungan yang baik tak akan ada amarah yang menggebu,namun jika ia berada di lingkungan yang toksik, maka kemarahan itu mungkin bisa timbul.  

Weton memang menarik untuk dipelajari, namun kita tidak bisa menggeneralisasi sifat seseorang hanya dari weton mereka.

Kemarahan seseorang lebih dipengaruhi oleh pola pikir, pengalaman hidup, dan bagaimana mereka mengelola emosinya. 

Oleh karena itu, daripada takut dengan weton tertentu, lebih baik kita fokus untuk mengendalikan emosi dan membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain.

Jadi, apakah Anda pemilik salah satu weton diatas? Dan pakah benar bahwa kemarahan Anda bisa menyeramkan? 

EDITOR: Hanny Suwindari