JawaPos Radar

Demi Anak, Sang Ayah Beraksi Brutal, tapi Menuai Kecaman

28/04/2018, 10:41 WIB | Editor: Ilham Safutra
Demi Anak, Sang Ayah Beraksi Brutal, tapi Menuai Kecaman
Ilustrasi: seorang ayah memukul bocah dengan brutal karena tidak terima anaknya yang berusia tiga tahun tersenggol oleh bocah tersebut. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sebuah video dugaan kekerasan terhadap anak tersebar viral di media sosial Facebook dan Instagram. Seorang pria inisial J dengan tega menendang seorang anak laki-laki dari belakang. Tindakannya itu diketahui berlangsung di sebuah arena bermain anak salah satu mal di Jakarta Utara.

Dalam video itu, awalnya sekumpulan anak tengah asyik bermain di playground mal tersebut. Nah, salah seorang anak laki-laki yang sedang bermain ayunan tiba-tiba tanpa sengaja menyenggol anak perempuan usia 2-3 tahun yang berada tepat di belakangnya.

Karena tersenggol ayunan, anak perempuan itu pun jatuh ke lantai playground. Mirisnya, sang ayah tak terima anak perempuannya terjatuh karena tersenggol ayunan. Lalu dengan tega si ayah inisial J itu menendang punggung anak laki-laki yang bermain ayunan.

Alhasil, cekcok tak terelakkan antara J dan ibu dari anak laki-laki yang ditendang tersebut.

Dari video viral di atas, warganet banyak yang mengutarakan rasa geramnya. Mereka menilai, apa yang dilakukan sang ayah inisial J itu sama saja main hakim sendiri. Apalagi, itu dilakukan terhadap anak kecil yang tanpa sengaja melakukan kesalahan.

Salah satu akun instagram warganet berkomentar semestinya ibu dari anak perempuan lebih berhati-hati dalam menjaga anaknya. "Aduh itu emaknya anak ceweknya kan deket situ kenapa anaknya nggak digendong pindahin ke yang aman," tulis pemilik akun @pujidwi_ash.

"Kami mengutuk tindakan yang sewenang-wenang oleh oknum bapak tersebut dan meminta aparat penegak hukum yakni polisi untuk mengusut kasus apakah ada pelanggaran pidana," kata Ketua Indonesia Child Protection Watch, Erlinda dalam keterangan persnya. di Jakarta, Sabtu (28/4).

Menurut Erlinda, perlunya memberikan efek jera bagi bapak inisial J. Hal itu sebagai pelajaran bagi orang tua yang selalu melakukan tindak kekerasan dan kesewenangan pada anak. Selain itu, masyarakat juga harus memberikan sanksi sosial.

"Agar elemen masyarakat bisa menjadi benteng pertahanan dalam menjaga norma masyarakat," papar Komisioner KPAI periode 2014-2017 itu.

Erlinda menuturkan, perbuatan arogansi oknum bapak menendang anak tidak hanya membuat memar sebagian tubuh anak. Namun bisa berakibat terjadi suatu trauma atau ketakutan pada sang anak.

"Selain itu, berpotensi membuat sang anak melakukan tindakan yang sama pada teman sebaya atau orang lain karena pada dasarnya anak merupakan peniru yang ulung," pungkasnya.

(put/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up