JawaPos Radar

Dari Ketinggian 1.200 Mdpl, Kakorlantas Pimpin Pengibaran Merah Putih

17/08/2017, 17:54 WIB | Editor: Ilham Safutra
Dari Ketinggian 1.200 Mdpl, Kakorlantas Pimpin Pengibaran Merah Putih
Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa menjadi Inspektur upacara di NTT. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Beragam cara proses pengibaran bendera merah putih dalam peringan HUT-RI ke-72 dilakukan. Tidak hanya harus dilakukan di tengah lapangan yang datar, tapi bisa digelar di atas ketinggian.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Kepala Kakorlantas Irjen Royke Lumowa bersama jajaran Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pengibaran merah putih dari atas gunung yang berada di 1.200 mdpl.

Upacara itu tepatnya berlangsung di Desa Wae Rebo, Manggarai, NTT. Di sana juga dihadiri sejumlah pejabat Polda Riau dan pimpinan suku adat setempat.

Dari Ketinggian 1.200 Mdpl, Kakorlantas Pimpin Pengibaran Merah Putih
Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa menjadi Inspektur upacara di NTT. (Istimewa)

Royke Lumowa menuturkan, pelaksanaan pengibaran merah putih di Desa Wae Rebo, Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, ini tidaklah mudah karena letaknya yang di atas gunung.

"Perlu tenaga ekstra untuk melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih 2 sampai 3 jam. Ini semua tergantung dari kondisi fisik karena trekking menuju Desa Wae Rebo mendaki sejauh 8 kilometer," kata Roycke dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Kamis (17/8).

Dia menuturkan, dengan semangat dan tekad untuk mengibarkan bendera merah putih tidak meyurutkan langkah rombongan untuk tiba di lokasi.

Rangkaian ini diawali dengan pawai bendera secara estafet yang dilakukan dari rumah adat ke rumah adat utama di Desa Wae Rebo untuk dikibarkan di atas rumah adat utama.

Pada upacara ini, Royke bertindak langsung sebagai inspektur upacara (Irup). Kemudian perwira upacara Kombes Kemas Ahmad Yamin, lalu komandan upacara dipimpin oleh Kasatlantas Polres Manggarai AKP A. Rizki Fardian.

Upacara ini digelar bersama para suku adat asli Wae Rebo serta beberapa wisatawan asing dan lokal. Pengibaran bendera dilakukan Kakorlantas di desa Wae Rebo sejak pukul 07.00 hingga 07.45 waktu setempat.

Lebih jauh Royke memaparkan, meski Desa Wae Rebo jauh di atas pegunungan, tapi suku adat Manggarai mencintai Indonesia sangat dalam, terbukti dengan terbukanya para suku Manggarai dengan kedatangan wisatawan lokal maupun asing.

"Mereka juga mengenalkan budaya-budaya yang ada di lingkungan desa Wae Rebo. Oleh karena itu tidak salah jika kami memilih untuk mengibarkan bendera di sini," sambung dia.

Royke juga menitipkan pesan kepada para penduduk desa Wae Rebo, untuk selalu dapat hidup berdampingan sesuai dengan pedoman negara Indonesia, hidup gotong-royong, saling membantu dan jaga selalu persatuan NKRI.

"Tetap semangat, tetap eksis, hidup bahagia, hidup berdampingan, jaga persatuan Rebublik Indonesia. Karena kita dari Sabang sampai Merauke semua bersaudara", tukasnya.

(elf/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up