JawaPos Radar

Manfaatkan Limbah Plastik untuk Pembangunan Jalan

16/09/2017, 13:28 WIB | Editor: Ilham Safutra
Manfaatkan Limbah Plastik untuk Pembangunan Jalan
Proses pengaspalan jalan dengan aspal campuran plastik di Jalan Sultan Agung, Bekasi ,Jawa Barat. (Hana Adi Perdana/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo pada saat pertemuan G-20 telah menyampaikan komitmen Indonesia untuk mengurangi sampah plastik laut sebesar 70 persen hingga 2025. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memanfaatkan potensi limbah plastik untuk pengerasan jalan.

Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan tinjauan lapangan penerapan Teknologi Campuran Beraspal Menggunakan Limbah Plastik hasil Balitbang PUPR di jalan Sultan Agung, Bekasi.

Teknologi ini diterapkan kali pertama di jalan lingkungan Universitas Udayana Bali sepanjang kurang lebih 700 meter pada 18-29 Juli 2017. Setelah Bali, Bekasi adalah lokasi kedua penerapan aspal campuran dari limbah plastik. Penerapan serupa akan digelar di Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Manfaatkan Limbah Plastik untuk Pembangunan Jalan
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B. Panjaitan bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berfoto bersama setelah memberi arahan soal aspal campuran plastik (Hana Adi Perdana/ JawaPos.com)

“Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) Kementerian PUPR telah melakukan penelitian dan percobaan dengan kualitas lebih baik yang dapat dijadikan salah satu komponen campuran aspal" kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/9).

Lanjut Basuki, penelitian mengenai pemanfaatan limbah plastik untuk bahan campuran aspal sejatinya sudah dimulai sejak 2008 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Dan atas inisiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. penelitian ini dilanjutkan kembali pada awal 2017.

Referensi penelitian serupa sudah dilakukan di India. Berdasarkan hasil kajian di laboratorium tahun 2017, campuran beraspal panas dengan bahan tambah limbah plastik menunjukkan peningkatan nilai stabilitas Marshall 40 persen dan lebih tahan terhadap deformasi. Dan, retak lelah pada kadar limbah plastik tertentu dibandingkan dengan campuran beraspal panas standar.

"Penanganan limbah plastik menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi pemanasan global. Terutama jenis plastik yang nondegradable (tidak bisa terurai) atau plastik yang memiliki waktu urai cukup lama. Jenis limbah itu akan mempengaruhi keseimbangan lingkungan dapat mengakibatkan banjir karena tersumbatnya saluran air," jelas Basuki.

Manfaatan limbah plastik sebagai bahan tambah pada campuran beraspal panas adalah aebagai salah satu solusi bagi permasalahan limbah plastik yang merupakan wujud dari kepedulian terhadap lingkungan.

Hal ini seiring dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasiona (RPJ MN) 201520l9 tercatat Indonesia akan membangun 2.600 km jalan nasional, 1000 km jalan tol dan pekerjaan pemeliharaan di semua wilayah dengan kebutuhan aspal sekitar 1,5 juta ton/tahun.

(cr4/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up