Netizen Murka, Pemuda yang Pamer Hewan Buruan Ini Dikecam Berat

15/02/2018, 12:47 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Unggahan kontroversial macan tutul yang mati diburu (Screenshoot)
Share this image

JawaPos.com – Kasus perburuan hewan langka lagi-lagi terulang. Ancaman kepunahan diperparah dengan ulah oknum yang dengan sengaja memburu hewan dilindungi itu. Seperti kasus yang viral baru-baru ini, kelompok pemuda yang memamerkan hasil buruan. Bukan hasil buruan biasa, sebab dalam gambar nampak seekor macan tutul yang dipamerkan ke sosmed.

Aksi sekelompok pemuda tersebut sontak mendapat kecaman dari netizen. Menilik unggahan yang dibuat oleh akun Instagram @Urban.hikers, terlihat postingan mengecam aksi pelanggaran tersebut.

Dalam fotonya terlihat kelompok pemuda berfoto ria sambil menggenggam jasad macan tutul berukuran sedang yang berlumuran darah. Kelompok pemuda tersebut nampak gembira sekali dengan hasil buruannya. Entah sadar atau tidak, padahal hukuman sedang menanti mereka.

Unggahan kontroversial macan tutul yang mati diburu (Screenshoot)

Akun Instagram @Urban.hikers juga memberikan caption dengan nada mengecam aksi tersebut. “Sangat Dicari ! Ada 8 foto yang saya ambil dari @Doniherdaru perihal perburuan binatang langka ini. Silakan geser untuk melihat nama pelakunya. Untuk itu bagi yang kenal, tahu atau pernah melihat sekilas dua orang ini. Mohon informasikan kepada saya,” tulisnya.

Dari postingan akun Instagram tersebut, diketahui bahwa lokasi pelakunya kemungkinan berada di wilayah Jawa Barat. Terungkap kesimpulan sementara melalui akun Facebook yang ditelusuri oleh Pro Fauna dan BKSDA Jawa Barat, beberapa pelaku bernama Dony Pircing dan Dandi Penghuni Hrs (nama akun Facebook, red).

Foto diduga pelaku perburuan macan tutul, hasil penelusuran Facebook dan temuan sementara oleh Pro Fauna dan BKSDA Jawa Barat. (Screenshoot)

Aksi perburuan satwa dengan nama latin Panthera Pardus itu kemudian menjadi bahan gunjingan warganet. Banyak komentar menghiasi unggahan tersebut, dan sebagian besar bernada kecaman. Seperti tulis akun @mukhlisraya_88. “Bukannya dilindungi malah diburu, parah nihh !” tulisnya mengecam.

Komentar lainnya dari @Faizalsetiadi yang kesal terhadap kelompok pemuda tersebut. “Nggak pernah sekolah ini, jadi nggak tahu mana hewan yang dilindungi mana yang tidak. Nanti ujung-ujungnya minta maaf, sedangkan hewannya sudah mati. Sepertinya harus disamakan nih hukuman membunuh hewan langka dengan membunuh manusia,” katanya.

Kemudian akun @Krisnoanggito yang bertanya-tanya melalui komentarnya. “Kurang pengetahuan atau kurang waras sih mereka?" tulisnya terheran.

Unggahan tersebut tentu membuat warganet geram. Masyarakat berharap agar pelaku dapat ditangkap dan ditindaklanjuti secara serius. Sebab keberadaan macan tutul memang sudah sangat langka dan patut untuk dilindungi.

Foto diduga pelaku perburuan macan tutul, hasil penelusuran Facebook dan temuan sementara oleh Pro Fauna dan BKSDA Jawa Barat. (Screenshoot)

Sekadar informasi, aksi sekelompok pemuda itu telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dalam Pasal 21 Ayat 2 salah satunya berbunyi, Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup dan menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati.

Jika terbukti dan dengan sengaja melanggar maka dijatuhkan sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi